JAKARTA, DELIKANTARA.COM – Kepemimpinan baru di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia Polri bergerak cepat. Hanya hitungan hari setelah tongkat komando Kapolri beralih dari Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo ke Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, gelombang mutasi dan rotasi skala besar langsung bergulir di markas korps bhayangkara tersebut.
Telegram tersebut diterbitkan sehari setelah Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo pada 1 Oktober 2026. Pergantian kepemimpinan itu kemudian dilanjutkan dengan serah terima Panji-Panji Polri dari Listyo kepada Suyudi pada 2 Oktober 2026.
Mutasi kali ini tidak hanya menyasar sejumlah personel, tetapi juga sejumlah jabatan penting di lingkungan Mabes Polri dan kewilayahan. Dari 88 personel yang dimutasi, sebanyak 70 personel mendapat promosi atau menempati jabatan baru. Selain itu, terdapat 21 personel yang mengalami kenaikan tingkat kepangkatan.
Pada jajaran pejabat utama PJU Mabes Polri, terdapat 14 personel yang mendapat penugasan baru. Beberapa di antaranya adalah Komjen Pol Asep Edi Suheri yang dipercaya menjadi Irwasum Polri, Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti sebagai Kabaintelkam Polri, Irjen Pol Asep Safrudin sebagai Kabareskrim Polri, dan Irjen Pol Hery Herjawan sebagai Kabaharkam Polri.
Pergantian juga terjadi pada sejumlah posisi penting lainnya. Irjen Pol Rudi Darmoko ditugaskan sebagai Kalemdiklat Polri, sedangkan Irjen Pol Andik Setiyono menjadi Astamarena Kapolri. Untuk posisi Aslog Kapolri, jabatan tersebut dipercayakan kepada Brigjen Pol Agus Dwi Hermawan, sementara Brigjen Pol Deni Dharmapala mendapat tugas sebagai As SDM Kapolri.
Perubahan turut menyentuh bidang pengawasan internal dan teknologi informasi. Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap ditugaskan sebagai Kadivpropam Polri, sedangkan Irjen Pol Roberto G. M. Pasaribu menjadi Kadiv TIK Polri. Selain itu, Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani dipercaya memimpin Densus 88 AT Polri.
19 Kapolda Ikut Berganti
Perubahan juga menjangkau tingkat kewilayahan. Sebanyak 19 jabatan Kapolda masuk dalam mutasi tersebut. Di antaranya, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto mendapat penugasan sebagai Kapolda Metro Jaya. Kemudian Irjen Pol Suwondo Nainggoan sebagai Kapolda Maluku, Irjen Pol Suhendri sebagai Kapolda Kepri, dan Irjen Pol Arman Achdiat sebagai Kapolda Riau.
Pergantian juga mencakup posisi Kapolda NTT yang dipercayakan kepada Irjen Pol Reza Arief Dewanto, serta Kapolda Jawa Barat kepada Irjen Pol Hengki. Di Pulau Jawa, nama yang mendapat penugasan sebagai Kapolda antara lain Brigjen Pol Hendra Kurniawan di Banten, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan di Jawa Tengah, dan Irjen Pol Dekananto Eko Purwono di Jawa Timur.
Sementara itu, Brigjen Pol Pasma Royce mendapat tugas sebagai Kapolda Bali dan Irjen Pol Jawari sebagai Kapolda Sumatera Barat. Perubahan di tingkat kewilayahan juga terjadi di Sulawesi dan Sumatera. Irjen Pol M. Awal Chairuddin menjadi Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Widodo sebagai Kapolda Jambi, dan Irjen Pol Nurworo Danang sebagai Kapolda Gorontalo.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Menurut dia, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi sekaligus menjadi bagian dari pembinaan karier dan penyegaran pelaksanaan tugas kepolisian.
Dengan demikian, mutasi besar-besaran 88 personel dengan 70 promosi jabatan, 21 kenaikan pangkat dan 19 pergantian Kapolda ini menjadi langkah awal dan sinyal kuat reformasi internal Polri di era kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat program 100 hari kerja Kapolri yang menekankan prinsip tegas terhadap kejahatan dan humanis terhadap masyarakat, serta mewujudkan Polri yang bebas dari praktik titipan dan transaksi dalam pembinaan SDM.
Laporan: Redaksi
Sumber: Polri















