124 UMKM Siap Meriahkan Pameran Inovasi Konawe 2026, Marjuni Ungkap Progres 348 Koperasi Merah Putih!

banner 120x600

KONAWE, DELIKANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), memperkuat pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta percepatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Langkah tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Konawe, Marjuni, SP., M.Si., dalam wawancara eksklusif bersama jurnalis DelikAntara.com, Minggu malam (8/11/2026).

Marjuni sapaan akrabnya mengungkapkan, sebanyak 124 pelaku UMKM telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam Pameran Inovasi Daerah Kabupaten Konawe 2026.

Dari 40 stan yang disiapkan, pemerintah daerah memprioritaskan pelaku UMKM lokal dengan persyaratan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Pendaftaran dilakukan secara daring dan dilanjutkan verifikasi secara langsung.

Menurutnya, keterlibatan UMKM menjadi salah satu indikator keberhasilan pameran, terutama dalam mendorong perputaran ekonomi dan memperkenalkan produk unggulan daerah.

Selain itu, Dinas Koperasi dan UMKM juga menyiapkan sekitar 10 pelaku usaha dengan produk yang telah memiliki identitas merek, sertifikat halal, dan perizinan terkait untuk mengikuti lomba inovasi UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Marjuni mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan website resmi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Konawe sebagai pusat informasi dan layanan digital.

Portal tersebut nantinya memuat informasi kelembagaan koperasi, perkembangan KDKMP, program pemerintah, hingga layanan bagi pelaku UMKM.

Melalui sistem tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh informasi dan mengakses layanan pengurusan NIB, sertifikasi halal, pendaftaran merek atau branding produk, serta promosi hasil usaha.

Digitalisasi ini ditujukan untuk memperluas akses pelayanan sekaligus mendorong UMKM lokal agar mampu meningkatkan legalitas, kualitas produk, dan jangkauan pemasaran.

348 Koperasi Merah Putih Jadi Perhatian:

Terkait program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Marjuni menyebutkan bahwa Kabupaten Konawe memiliki 348 koperasi yang tersebar di 291 desa dan 57 kelurahan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 lokasi telah memasuki progres pembangunan gerai, sementara 64 lokasi telah melalui proses verifikasi dan validasi.

Ia juga menyebutkan terdapat 62 desa/kelurahan yang telah memiliki lokasi, tetapi masih menunggu proses verifikasi untuk pembangunan gerai.

Sejumlah sarana pendukung operasional mulai berdatangan, di antaranya kendaraan truk, mobil pikap, rak gerai, serta perlengkapan lainnya.

Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan peluncuran perdana Koperasi Desa Merah Putih di Desa Ahuawatu setelah kelengkapan sarana dan prasarana dinyatakan siap.

Marjuni menegaskan, keberadaan KDKMP merupakan peluang strategis untuk menggerakkan perekonomian masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Karena itu, ia berharap seluruh pemerintah desa dan kelurahan dapat menyiapkan lahan untuk pembangunan gerai koperasi agar percepatan program tersebut berjalan optimal.

Lebih lanjut, Marjuni menjelaskan bahwa pengembangan UMKM Konawe diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, terutama mendorong pelaku usaha informal menjadi formal melalui pemenuhan legalitas dan penguatan kualitas produk.

Menurutnya, sejumlah produk lokal mulai mendapatkan perhatian pengusaha dan investor, bahkan beberapa pelaku UMKM telah memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan pameran di tingkat provinsi maupun nasional.

Ia juga menyebutkan terdapat produk-produk lokal yang mulai dilirik untuk peluang pemasaran hingga pasar internasional.

Marjuni mengapresiasi perhatian Bupati Konawe, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah terhadap pengembangan koperasi dan UMKM.

Dukungan tersebut, katanya, turut mempercepat pelayanan administrasi, termasuk penerbitan NIB yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat apabila persyaratan telah terpenuhi.

Melalui pemberdayaan UMKM, digitalisasi pelayanan, dan percepatan Koperasi Merah Putih, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap potensi ekonomi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.

 

 

Reporter: Aby Razak

banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *