Nama Bintang Adalah Simbol Perjuangan PBB H. Ruksamin Hingga Jadi Figur Sultra!
KENDARI, DELIKANTARA.COM – Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Kabar duka mendalam menyelimuti keluarga besar H. Ruksamin, Sekjend DPP Partai Bulan Bintang PBB.
Putra tercinta beliau, H. Muhammad Radja Bintang Rukusala bin H. Ruksamin, yang akrab disapa Bintang, menghembuskan napas terakhirnya di salah satu Rumah Sakit di Jakarta pada Subuh hari ini. (19/10/2026).
Informasi duka tersebut disampaikan langsung oleh H. Ruksamin melalui unggahan status WhatsApp pribadinya sekitar pukul 04.10 WITA.
Status WA jam 04.10 WITA di subuh hari dari seorang ayah itu menjadi sumber resmi kabar duka yang kemudian menyebar cepat di kalangan kerabat dan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Sebelum berpulang, almarhum Bintang sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Keluarga bahkan berencana menjalani pengobatan lanjutan ke Beijing, China sebagai upaya ikhtiar untuk kesembuhan almarhum.
Namun, di tengah rangkaian ikhtiar medis tersebut, takdir berkata lain saat almarhum transit dan menjalani perawatan di Jakarta. Almarhum berpulang pada Subuh hari di salah satu RS di Jakarta.
Perjuangan panjang dari Makassar, rencana ke Beijing, berakhir di Jakarta, menjadi kisah haru tentang ikhtiar seorang ayah untuk anak tercintanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun DelikAntara.com, jenazah almarhum diterbangkan dari Jakarta menuju Kendari pada pagi hari ini, 19/10/2026.
Selanjutnya, almarhum akan disemayamkan di rumah duka, kediaman H. Ruksamin yang berlokasi di Kelurahan Asinua, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Rumah duka di Asinua diprediksi akan dipadati pelayat dari keluarga, kerabat, kolega PBB, dan masyarakat Sultra yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Dibalik Nama Bintang – Ada Perjuangan Besar Partai Bulan Bintang Sang Ayah
Almarhum yang akrab disapa Bintang, ternyata menyimpan makna mendalam dibalik namanya.
Nama Muh. Radja Bintang Rukusa / Rukusala bukanlah nama biasa. Dibalik kata BINTANG, ada arti sebuah perjuangan besar Partai Bulan Bintang seorang ayah.
H. Ruksamin bukan sekadar kader. Beliau adalah Sekjend DPP PBB, pejuang yang membesarkan Partai Bulan Bintang dari daerah hingga nasional, mantan Bupati Konawe Utara 2 periode, dan kini menjadi sosok Figur Sultra di kancah nasional.
Memberi nama anak dengan kata Bintang adalah simbol kecintaan, loyalitas, dan harapan sang ayah agar sang anak menjadi bintang penerus perjuangan. Bintang yang bersinar seperti lambang Partai Bulan Bintang yang ia perjuangkan puluhan tahun.
Kini, sang Bintang telah kembali kepada Sang Pemilik Bintang, Allah SWT. Nama itu akan abadi sebagai jejak cinta ayah kepada anak dan cinta pejuang kepada partainya.
Duka Mendalam Untuk Sultra – Doa Mengalir Deras
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh kerabat, kolega, dan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Doa dan simpati mengalir deras mengiringi kepulangan almarhum menuju peristirahatan terakhirnya di media sosial Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Semoga Almarhum Diampuni Dosa-Dosanya, Diterima Semua Amal Ibadahnya dan Ditempatkan di Surganya Allah SWT, Aamiin Yaa Rabbal Alamin, demikian doa yang tertulis dalam poster duka yang beredar.
Dengan demikian, fakta dibalik intelektual menunjukkan kepergian H. Muhammad Radja Bintang Rukusala Bin H. Ruksamin yang akrab disapa Bintang bukan sekadar kabar duka biasa. Ini adalah kisah tentang cinta seorang ayah H. Ruksamin Sekjend DPP PBB yang berjuang dari RS Wahidin Makassar hingga merencanakan pengobatan ke Beijing China demi kesembuhan putranya, namun Allah SWT berkehendak lain saat transit di Jakarta Subuh hari.
Status WA 04.10 WITA adalah saksi bisu duka seorang ayah di sepertiga malam. Dibalik nama Bintang ada perjuangan besar Partai Bulan Bintang sang ayah hingga menjadi sosok Figur Sultra. Kini Bintang itu telah kembali, tapi sinarnya akan tetap dikenang sebagai putra tercinta sang pejuang PBB. Jenazah dalam perjalanan Jakarta-Kendari untuk disemayamkan di Asinua Konawe.
Penulis: Aby Razak















