KONAWE, DELIK ANTARA.COM – Detik-detik hilangnya Nasaruddin di rawa Abuki Konawe saat cari ikan memakai baju oren terakhir dilihat istri Senin 14 September 2026, dan harapan itu belum padam di rawa-rawa Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Memasuki hari keempat, Kamis 17 September 2026 malam, pencarian terhadap Bapak Nasaruddin, warga Desa Sambeani yang dilaporkan hilang saat mencari ikan, masih terus dilakukan. Hasilnya masih nihil, tapi keluarga dan warga tak pernah putus asa.
Harwan Lahatamu, salah satu keluarga dari korban Bapak Nasaruddin, karena beliau itu hilang mulai dari tanggal 14 hari Senin. Beliau mencari ikan sekitar pukul 14.00. Setelah itu sore tidak pulang, kami saling bertanya kemana beliau. Sehingga habis maghrib, kami lakukan upaya pencarian. Sampai hari ini hasilnya masih nihil, tapi kami tidak pernah berputus asa untuk mencari beliau, ujar Harwan, perwakilan keluarga korban dalam wawancara.
Upaya Pencarian Dua Jalur: Jalur Resmi Tim Gabungan dan Jalur Adat Mooli Tolaki
Selain operasi resmi oleh tim gabungan, keluarga dan warga juga menempuh jalur adat dan spiritual.
Tadi infonya ada juga untuk ritual yang dilakukan dari pihak keluarga dan maupun warga untuk salah satu upaya agar korban bisa segera ditemukan. Kita lakukan ritual adat, istilahnya ritual adat dalam adat orang Tolaki itu ritual adat Mooli. Jadi sudah kita lakukan, Alhamdulillah terlaksana dengan baik. Dan sekarang ini kita masih menantikan petunjuk daripada orang-orang tua yang mengetahui bagian supranatural, jelas Harwan.
Artinya ada dua alternatif yang digunakan: pos pencarian oleh tim gabungan dan doa serta ritual dari tetua adat.
Kronologi dan Barang Bukti Yang Ditemukan di TKP
Harwan menjelaskan kebiasaan korban. Beliau mencari ikan dengan membawa kebiasaan kita disini menggunakan strom, strom ikan. Jadi itulah yang dibawa beliau untuk mencari ikan.
Yang ditemukan di waktu pencarian awal ada rokok beliau. Ditemukan di TKP, di lokasi pencarian ikannya. Terus kendaraan yang dia simpan di pinggir jalan, motornya sama tas kecil yang berisi rokok dan setaruhnya. Mungkin rokok itu sebagai rokok cadangan yang tidak sempat beliau bawa ke lokasi.
Baju terakhir menurut informasi istrinya, beliau menggunakan baju oren masuk ke lokasi mencari ikan. Sambil menempel alat sprem ikannya. Itulah yang kemudian jadi acuan kami untuk mencari beliau.
Aksi Heroik Warga Desa Anggoro dan Turunnya Camat Abuki
Puluhan warga Desa Anggoro, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, membantu pencarian pada Kamis malam. Dipimpin Kepala Desa Anggoro Ruslan, warga menyisir sejumlah titik di kawasan rawa dan hutan selama sekitar empat jam. Medan sulit menjadi tantangan karena sebagian lokasi berupa rawa dan hutan.
Camat Abuki Kamran turut berada di lokasi bersama Bhabinkamtibmas dan sejumlah tokoh masyarakat untuk mendampingi proses pencarian. Warga bergerak dalam beberapa kelompok untuk memeriksa titik-titik sasaran. Mereka datang secara sukarela untuk memperkuat operasi.
Nasaruddin dilaporkan hilang pada Senin 14 September 2026 saat mencari ikan di kawasan rawa di Kelurahan Abuki. Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Konawe, Damkar, kepolisian, serta unsur masyarakat. Polda Sultra juga menurunkan dua anjing pelacak untuk membantu penyisiran di sejumlah titik.
Harapan Terakhir Keluarga
Harapan kami untuk tim dari BPBD dan tim Basarnas Gabungan ini, harapan kami jangan pernah ada hentinya membantu kami, keluarga. Dan kami banyak mengucapkan terima kasih atas upaya dan bantuan yang telah diberikan kepada kami untuk melakukan pencarian, tutup Harwan dengan suara lirih.
DelikAntara.com Mencatat Beberapa Poin – FAKTA DI BALIK INTELEKTUAL Sekaligus Landasan Hukumnya:
1. Fakta Kemanusiaan: Pukul 14.00 Pergi Cari Ikan, Maghrib Tidak Pulang, Sebuah Penantian Yang Menyayat.
Nasaruddin bukan pergi untuk kaya, ia pergi cari ikan untuk makan keluarga. Baju oren, sprem di punggung, motor diparkir di pinggir jalan, tas kecil berisi rokok cadangan. Detail kecil ini adalah detail cinta seorang bapak untuk keluarga.
2. Fakta Medan: Rawa Abuki Bukan Medan Biasa, 4 Jam Disisir Warga Adalah Perjuangan Nyawa.
Rawa dan hutan Abuki adalah medan berat. Lumpur, air, semak, dan gelap malam. Warga Desa Anggoro dipimpin Kades Ruslan menyisir 4 jam di malam hari adalah bukti solidaritas Tolaki yang luar biasa.
3. Fakta Adat: Ritual Mooli Tolaki Adalah Kearifan Lokal Yang Harus Dihormati.
Ketika sains dan teknologi tim gabungan dengan anjing pelacak Polda Sultra belum menemukan, keluarga menempuh ritual adat Mooli. Ini bukan klenik, ini adalah doa dan kearifan suku Tolaki yang sudah ratusan tahun menjaga hutan dan rawa.
4. Fakta Barang Bukti: Motor, Tas, Rokok di TKP Adalah Jejak Terakhir Yang Bicara.
Motor yang terparkir rapi menandakan Nasaruddin berniat kembali. Tas kecil berisi rokok cadangan menandakan ia berencana lama di rawa. Baju oren adalah tanda agar mudah dilihat. Semua barang ini bicara, ia ingin pulang, tapi rawa menahannya.
5. Fakta Solidaritas: Dari Basarnas Sampai Warga Biasa, Semua Menyatu Untuk Satu Nama Nasaruddin.
Basarnas, BPBD Konawe, Damkar, Polri, Polda Sultra dengan 2 anjing pelacak, Kades, Camat, Bhabinkamtibmas, warga Anggoro dan Sambeani. Semua menyatu. Ini adalah wajah Konawe yang sesungguhnya.
Payung Hukum:
1. UUD 1945 Pasal 28A – Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.
2. UU No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana – Negara bertanggung jawab melindungi warga termasuk pencarian orang hilang.
3. UU No. 29 Tahun 2014 Tentang Pencarian dan Pertolongan – Basarnas sebagai leading sector pencarian dan pertolongan.
4. UU No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah – Bupati, Camat, Kades wajib melindungi warga dan mengkoordinasikan pencarian.
5. UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian – Polri wajib memberikan perlindungan termasuk dengan anjing pelacak.
6. UU No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya jo Kearifan Lokal – Ritual adat Mooli dilindungi negara.
7. UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers – Pers berperan memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui informasi orang hilang.
Laporan: Aby Razak















