125 SPBU di Sumut Terdampak Gangguan Distribusi, Polda Kerahkan 786 Personel!

Para Pihak Sepakat Percepat Normalisasi Distribusi BBM, Atasi Antrean di SPBU Sumut

banner 120x600

MEDAN, DELIK ANTARA.COM – Para pihak sepakat melakukan percepatan normalisasi pendistribusian BBM sebagai salah satu solusi mengatasi antrean yang terjadi di berbagai SPBU di Sumatera Utara. Kesepakatan itu dicapai dalam Rapat Koordinasi penanganan antrean di SPBU, Rabu 15 Juli 2026 di Aula Catur Prasetya Polda Sumut.

Rakor dihadiri unsur Forkopimda, Pertamina, Hiswana Migas, dan Pemprov Sumut.

Turut hadir Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Dr. Dwi Tunggal Jaladri, SH, SIK, M.Hum, Dir Intelkam Polda Sumut Kombes Pol Ajie Indra Dwiatma, Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut Dedy Jaminsyah Purba, General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi, Ketua DPC Hiswana Migas Sumut Rajali Husein, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH dan tamu undangan lainnya.

Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Dr. Dwi Tunggal Jaladri menjelaskan, hingga 14 Juli 2026 terdapat 125 SPBU yang terdampak gangguan distribusi dari total 324 SPBU di Sumatera Utara.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, Polda Sumut telah mengerahkan 786 personel guna melakukan pengamanan dan pengawalan distribusi BBM.

Selain itu, Polda juga menyiapkan 10 personel yang dapat diperbantukan sebagai awak mobil tangki maupun pengemudi sementara apabila dibutuhkan.

“Hasil mitigasi menunjukkan adanya keterlambatan pasokan dan berkurangnya jumlah awak mobil tangki. Kami juga melakukan pengawalan distribusi agar tidak terjadi keterlambatan maupun penyimpangan dalam penyaluran BBM,” ujarnya.

Dir Intelkam Polda Sumut Kombes Pol Ajie Indra Dwiatma memaparkan hasil analisis di lapangan. Akar masalah antrean BBM disebabkan antara lain adanya gangguan tenaga kerja.

Hal ini menyebabkan penyesuaian operasional di fuel terminal. Akibatnya pasokan dari terminal BBM ke SPBU dilakukan secara bertahap dan proporsional, sehingga SPBU tidak menerima pasokan penuh sesuai permintaan harian.

Selanjutnya, terjadi krisis pengemudi truk tangki akibat pemberhentian beberapa pengemudi karena melakukan pelanggaran. Ini berdampak pada keterbatasan pengemudi truk tangki.

“Jumlah BBM yang diterima SPBU tidak sesuai dengan jumlah yang diminta. Pada umumnya, SPBU hanya menerima sekitar setengah dari volume permintaan, sehingga mengakibatkan kehabisan stok BBM dan memicu antrean di SPBU lain yang masih memiliki persediaan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut Dedy Jaminsyah Purba menegaskan masyarakat saat ini tidak membutuhkan penjelasan yang berlarut-larut, melainkan tindakan nyata untuk mengembalikan kelancaran distribusi BBM.

Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan Polda Sumut terkait berbagai kendala di lapangan, termasuk persoalan awak mobil tangki.

“Kami meminta Pertamina segera mengembalikan situasi seperti semula. Ada tiga pesan dari Gubernur Sumatera Utara, yakni kepastian waktu normalisasi, langkah konkret yang dilakukan, serta strategi jangka panjang agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Kami siap berkolaborasi agar kondisi kembali normal,” ujarnya.

Ketua DPC Hiswana Migas Sumut Rajali Husein mengatakan seluruh SPBU di jalur lintas Sumatera telah diminta beroperasi selama 24 jam guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia mengakui kondisi di lapangan cukup berat karena masih terjadi antrean panjang bahkan gesekan antar konsumen.

Wakil Ketua Bidang SPBU Hiswana Migas Sumut Indah Sari Karo-karo mengungkapkan krisis pengemudi mobil tangki menjadi salah satu penyebab utama terganggunya distribusi BBM.

Dukungan TNI dan Polri sangat dibutuhkan untuk mengawal distribusi sehingga tidak terjadi penyimpangan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak menyebut situasi antrean panjang di SPBU memiliki karakteristik seperti penanganan bencana.

Di Kota Medan yang memiliki 91 SPBU, pihak kepolisian telah menyiagakan mobil patroli berlampu biru di SPBU yang mengalami antrean panjang untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.

Ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana di sektor migas maupun penyebaran informasi menyesatkan di media sosial yang dapat memperburuk kepanikan masyarakat.

“Kami sudah menemukan adanya perkelahian di salah satu SPBU, bahkan ada masyarakat yang pingsan akibat antrean. Karena itu diperlukan pola mitigasi yang mampu menenangkan masyarakat,” katanya.

Dengan demikian, Rakor ini menjadi titik temu komitmen semua pihak untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumut.

Untuk Pertamina: Segera penuhi kebutuhan AMT dan pastikan jadwal pasokan transparan.

Untuk Pemerintah: Kawal, fasilitasi, dan beri kepastian kebijakan.

Untuk Masyarakat: Gunakan BBM seperlunya dan jangan terpancing informasi tidak benar.

DelikAntara.com akan terus memantau perkembangan normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.

Redaksi DelikAntara.com

Fakta di Balik Intelektual.

Kami kawal energi, kami jaga kepentingan publik.

 

Laporan: Tim

banner 1600x458 banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *