Wamendikdasmen Akan Tinjau Pelosok-pelosok Soropia, Perintahkan Pemkab Konawe Percepat Revitalisasi Sekolah dan MBG!

banner 120x600

KENDARI, DELIK ANTARA.COM – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke wilayah pelosok-pelosok Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu 18 Juli 2026.

Kunjungan ini merupakan lanjutan dari agenda di Wakatobi untuk memastikan percepatan revitalisasi sekolah dan penjangkauan program Makan Bergizi Gratis MBG di wilayah 3T.

Sebelumnya, Kamis 16 Juli 2026, Wamendikdasmen melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wakatobi. Ia didampingi Wakil Gubernur Sultra Hugua dan Bupati Wakatobi Haliana.

Dalam kunjungan itu, Fajar memerintahkan percepatan revitalisasi sekolah yang melayani anak-anak Suku Bajo. Langkah itu sekaligus untuk memastikan program MBG menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Rombongan meninjau pelaksanaan MPLS di sejumlah satuan pendidikan, termasuk sekolah di kawasan permukiman masyarakat Suku Bajo.

Kunjungan diawali di SMP Negeri 1 Wangiwangi. Sekolah ini memperoleh bantuan revitalisasi sebesar Rp1,024 miliar pada tahun anggaran 2025.

Di lokasi ini berlangsung dialog antara Wamendikdasmen dengan para siswa mengenai pola hidup sehat, cita-cita, serta kesiapan pelaksanaan program MBG.

Fajar menegaskan, peningkatan kualitas bangunan sekolah harus diikuti dengan peningkatan mutu proses belajar mengajar sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh peserta didik.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke SD Maritim Mola dan SMP Maritim Mola di Desa Mola Utara. Kedua sekolah tersebut sebagian besar dihuni peserta didik dari komunitas Suku Bajo.

Saat melihat kondisi fasilitas sekolah yang dinilai membutuhkan penanganan segera, Fajar langsung menghubungi Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen Moch. Salim Somad melalui sambungan telepon. Ia meminta agar proses revitalisasi sekolah dipercepat.

“Kondisi geografis kepulauan tidak boleh menjadi hambatan bagi anak-anak pesisir untuk memperoleh layanan pendidikan yang setara dengan daerah lain,” katanya dikutip dari laman PPID Sultra.

Ia menilai pengembangan pendidikan di wilayah kepulauan perlu dilakukan dengan pendekatan yang sesuai karakter masyarakat setempat tanpa menghilangkan identitas budaya maritim.

Kunjungan kerja di Wakatobi ditutup di SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi, sekolah yang sebelumnya menerima alokasi dana revitalisasi sebesar Rp1,5 miliar.

Fajar menyampaikan harapan agar Wakatobi tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari, tetapi juga mampu melahirkan SDM yang berprestasi dan berkarakter.

Selanjutnya, Wamendikdasmen dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke wilayah pelosok-pelosok Kecamatan Soropia pada 18 Juli 2026.

Diharapkan khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe agar melakukan persiapan serta menyelesaikan secepatnya. Persiapan meliputi pendataan sekolah, kondisi sarana, dan kesiapan pelaksanaan program MBG di wilayah pesisir.

BERIKUT ANALISIS REDAKSI DELIKANTARA.COM

1. Atensi ke Pelosok Harus Ditindaklanjuti

Kunjungan ke pelosok Soropia menunjukkan negara tidak hanya fokus ke kota. Ini momentum Pemkab Konawe membenahi sekolah pesisir secara serius.

2. Revitalisasi, MBG, Mutu, Hasilnya Paket Lengkap

Gedung diperbaiki, makanan bergizi masuk, dan pembelajaran berbasis maritim dikembangkan. Tanpa ketiganya, hasilnya tidak akan maksimal.

3. Jangan Tunggu Menumpuk

Pengalaman di Mola Utara jadi pelajaran. Jika ada sekolah yang kondisinya darurat, langsung laporkan dan usulkan agar bisa segera ditangani pusat.

Catatan Redaksi: Kami mendorong Pemkab Konawe memanfaatkan kunjungan ini. Siapkan data valid, dampingi kepala sekolah, dan pastikan suara guru serta orang tua di pelosok didengar.

Dengan demikian diharapkan seluruh perangkat daerah terkait menjadikan kunjungan ini sebagai momentum untuk bekerja lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berpihak.

Pelosok Soropia berhak mendapatkan sekolah yang layak, guru yang hadir, dan makanan bergizi setiap hari.

Mari buktikan bahwa pendidikan tidak mengenal jarak dan tidak membedakan antara kota dan pesisir.

 

Laporan: Redaksi

banner 1600x458 banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *