KENDARI-KONAWE, DELIK ANTARA.COM – Bandara Haluoleo Kendari mendadak menjadi panggung diplomasi pemerintahan daerah. Selasa, 9 Juni 2026, Wakil Menteri Dalam Negeri Wamendagri Republik Indonesia, Drs. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., mendarat di Bumi Anoa Provinsi Sulawesi Tenggara. Kedatangannya bukan kunjungan biasa. Ia membawa mandat negara untuk menghadiri Temu Karya Nasional yang esok hari akan dilaksanakan.
Agenda nasional ini akan dipusatkan di Inolobunggadue Central Park (ICP), halaman Kantor Bupati Konawe, Rabu (10/6/2026).
Penyambutan berlangsung khidmat. Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., berdiri paling depan, didampingi jajaran pejabat Pemkab Konawe dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Forkopimda Konawe serta panitia pelaksana. Barisan kehormatan ini adalah simbol: Konawe siap, Konawe kompak, Konawe menghormati negara.
Penyambut Resmi:
1. Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T. – tuan rumah.
2. Jajaran Pejabat Pemkab Konawe – eksekutor teknis.
3. Forkopimda Konawe – jaminan keamanan & sinergi.
4. Panitia Pelaksana – ujung tombak sukses acara.

Pemilihan Bandara Haluoleo sebagai titik sambut punya makna. Kendari adalah pintu gerbang Sultra, Konawe adalah jantung daratan. Dari pintu gerbang ke jantung – ini metafora kolaborasi pusat-daerah yang sedang dibangun.
Di hadapan Wamendagri, Bupati Yusran Akbar menyampaikan rasa hormat dan apresiasi:
“Ini merupakan kehormatan besar bagi Kabupaten Konawe dipercaya sebagai pemerintah pusat terhadap pelaksanaan agenda nasional di daerah. Kami telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin demi kelancaran dan kesuksesan Temu Karya Nasional.”
Tiga Pilar Kesiapan yang Ditegaskan Bupati:
1. Infrastruktur – venue, jalan, listrik, jaringan.
2. Akomodasi – penginapan, konsumsi, transportasi peserta se-Indonesia.
3. Kesiapan Teknis – rundown acara, protokol, keamanan, dokumentasi.
Harapan Strategis Bupati Yusran Akbar:
“Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan nasional, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkenalkan potensi daerah, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.”
Bupati tidak hanya bicara seremonial. Ia bicara “dampak positif” dan “pertumbuhan ekonomi lokal”. Ini kepala daerah yang berpikir investasi, bukan sekadar event.

Kehadiran Wamendagri Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M. adalah penanda politik penting. Gelar akademiknya lengkap: sarjana ilmu komunikasi, magister sains, magister manajemen. Latar belakang Polri. Ini pejabat yang paham keamanan, birokrasi, dan komunikasi publik.
Diharapkan memberikan arahan strategis dalam 3 hal:
1. Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah – agar APBD Konawe & daerah lain lebih akuntabel.
2. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan – SDM ASN, digitalisasi pelayanan.
3. Optimalisasi Peran Pemda – agar program nasional seperti Dana Desa, P3DN, Makan Bergizi Gratis berjalan efektif di daerah.
Makna Intelektual: Temu Karya Nasional bukan “rapat-rapat”. Ini forum bertukar gagasan, pengalaman, dan merumuskan langkah strategis pembangunan daerah berkelanjutan berbasis kolaborasi. Konawe dipilih karena dinilai punya kesiapan dan potensi mumpuni.
Ini bukti: event nasional bukan beban APBD, tapi investasi promosi daerah gratis.
Berikut Landasan Hukum Kunjungan dan Temu Karya:
1. UU No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 12 – urusan pemerintahan pusat yang dilimpahkan ke daerah. Temu Karya = forum koordinasi.
2. PP No 2/2018 tentang Standar Pelayanan Minimal – daerah wajib siap fasilitasi kegiatan nasional.
3. Permendagri No 86/2017 – perencanaan pembangunan daerah berbasis musyawarah dan forum.

Berita ini disusun Berdasarkan pantauan Tim Jurnalis DelikAntara.com di Bandara Haluoleo hingga tiba ke Konawe, 9 Juni 2026, dan keterangan resmi Bupati Yusran Akbar. Berpegang Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 kemandirian, Pasal 3 akurasi, Pasal 5 keberimbangan.
Hasil analisis ini menunjukkan, Hari ini Wamendagri mendarat. Besok Konawe jadi pusat Indonesia. Ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja keras Bupati Yusran Akbar dan seluruh ASN Konawe.
Kepada Wamendagri Akhmad Wiyagus: Selamat datang di Konawe. Beri kami arahan keras tapi membangun. Kami butuh resep agar Dana Desa tidak bocor, pelayanan publik tidak ribet, dan UMKM naik kelas.
Kepada Bupati Yusran Akbar: Anda sudah buktikan Konawe bisa. Jangan berhenti di event. Jadikan Temu Karya ini pintu masuk investasi ke Konawe.
Kepada peserta se-Indonesia: Cicipi jagung bose Konawe, lihat sunset Teluk Kendari, dan pulanglah dengan ide baru. Konawe bukan hanya tuan rumah, tapi sahabat pembangunan.

Kepada warga Konawe: Senyum ke tamu. Jaga kebersihan. Karena citra Konawe di mata Indonesia ada di tangan Anda 2 hari ke depan.
DelikAntara.com akan live report Temu Karya Nasional 10 Juni 2026. Kami kawal setiap rekomendasi yang lahir, sampai jadi kebijakan di Jakarta dan Konawe.
Laporan: Aby Razak















