KONAWE, DELIK ANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe menyatakan siap 100% menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran MTQ ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Kepastian itu mengemuka usai rapat terpadu antara Provinsi Sultra dengan Pemkab Konawe sebagai tuan rumah.
Hal itu disampaikan Bapak Hasrun Taleo, S.Pd, M.Pd yang juga merupakan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Konawe dalam wawancara bersama DelikAntara.com.
“Alhamdulillah hasilnya, secara garis besar, Insya Allah Konawe siap untuk menjadi tuan rumah dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan MTQ ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang akan dibuka pada tanggal 23 Juni 2026,” ujar Hasrun Taleo.
Rapat terpadu dihadiri Sekda Sultra diwakili Karo Kesra, Kakanwil Kemenag Sultra, Ketua LPTQ Provinsi, serta Wakil Bupati Konawe yang juga menjabat Ketua LPTQ Kabupaten Konawe sekaligus Ketua Umum Panitia Pelaksana MTQ XXXI.
BERIKUT RANGKAIAN AGENDA MTQ XXXI SULTRA DI KONAWE
21-22 Juni 2026: Pendaftaran dan kedatangan kafilah dari 16 Kabupaten/Kota se-Sultra.
22 Juni 2026 Malam: Gala Dinner & Pelantikan Dewan Hakim di Rumah Jabatan Bupati Konawe.
22 Juni 2026 Pagi: Pawai Ta’aruf & Mobil Hias diikuti seluruh kabupaten/kota. Start Tugu Tusawuta Wawotobi, finish di ICP.
23 Juni 2026: Pembukaan resmi MTQ XXXI. IO sudah terkonfirmasi siap.
“Konawe siap untuk menyambut kafilah-kafilah dari kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara, termasuk fasilitas-fasilitas penginapan yang sudah dibantu pemerintah daerah,” tegas Hasrun.
PENGINAPAN: HOTEL UNTUK DEWAN HAKIM, HOMESTAY UNTUK KAFILAH
Karena keterbatasan hotel, 5 hotel besar di Konawe akan diisi 200 Dewan Hakim. Sementara 16 kafilah kabupaten/kota akan ditempatkan di rumah-rumah masyarakat atau homestay yang ditetapkan LO dan Bismillah Kabupaten Konawe. Lokasi di sekitar Kecamatan Unaaha agar dekat venue.
“Rumah-rumah masyarakat yang sudah disepakati di sekitaran Unaaha. Pokoknya tidak ada yang jauh dari tempat kegiatan,” jelas Hasrun.
12 CABANG LOMBA DI 12 VENUE TERSEBAR
MTQ XXXI mempertandingkan 12 cabang lomba yang tersebar di berbagai instansi:
1. Arena Utama MTQ: Venue utama
2. Aula Kemenag Konawe: Cabang tertentu
3. Aula Dinas Ketahanan Pangan
4. Aula Hotel Al-Ghisan Konawe
5. Aula BKPSDM Konawe
6. Balai Benih Desa Babeda
7. Aula MAN 1 Konawe
8. Masjid Nurul Jihad
9. Aula Kementerian Haji & Umrah: Cabang Fahmil Quran
10. Aula Wekoila: Cabang Khath/Kaligrafi Al-Quran
11. Aula Wekoila: Cabang tambahan
12. Laboratorium MAN 1 Konawe: Karya Tulis Ilmiah Al-Quran
Jenis lomba: Seni Baca Al-Quran golongan anak-anak, remaja, dewasa putra-putri, Seni Kaligrafi, Fahmil Quran, Karya Tulis Ilmiah Al-Quran, dan cabang lainnya.
Selain itu, Hasrun menyampaikan terima kasih ke Pemkab Konawe, Bupati, dan Wakil Bupati atas support penuh.
“Kami berharap masyarakat Kabupaten Konawe mendukung kegiatan ini. Bukan hanya karena kegiatan ini perlu dukungan masyarakat, support-nya, doanya, sehingga kegiatan bisa berlangsung baik,” katanya.
Harapan besar Pemda: Sukses 3 hal sekaligus.
“Sukses prestasi yang kita capai, sukses pelaksanaan, tapi juga sukses syiar agamanya. Karena kegiatan MTQ ini salah satunya untuk syiar agama. Terutama dalam membumikan Al-Quran di Kabupaten Konawe,” tutup Hasrun.
Payung Hukum MTQ:
1. UU No. 23 Tahun 2014 Pasal 12: Urusan agama menjadi kewenangan bersama pusat-daerah. Pemda wajib fasilitasi kegiatan keagamaan.
2. Keputusan Gubernur Sultra: Penetapan Konawe sebagai tuan rumah MTQ XXXI 2026.
3. Peraturan LPTQ Nasional: Standar pelaksanaan MTQ mulai pendaftaran, dewan hakim, hingga penilaian.
Fakta di Balik – Analisis Intelektual DelikAntara.com
1. “Sukses 3 S”: Prestasi, Pelaksanaan, Syiar – Target Tidak Mudah
Wabup Konawe sebagai Ketua Umum menargetkan triple sukses. Ini standar tertinggi MTQ.
Sukses Prestasi: Konawe harus jadi juara umum atau minimal 3 besar. Butuh pembinaan kafilah sejak jauh hari.
Sukses Pelaksanaan: Logistik 16 kafilah + 200 hakim + ribuan penonton. Ujian terbesar: listrik tidak padam saat tilawah, sound system jernih, juri netral.
Sukses Syiar: MTQ bukan sekadar lomba. Ini dakwah bil hal. Konawe harus tunjukkan: masjid ramai, anak-anak hafal Quran, toleransi kuat.
2. Homestay Warga: Keterbatasan atau Inovasi?
Hotel habis diisi dewan hakim. Solusi: kafilah tinggal di rumah warga Unaaha. Secara logistik ini keterbatasan. Tapi secara syiar ini inovasi.
Kafilah tidur di rumah warga = silaturahmi antar daerah. Warga Konawe dapat pahala menjamu “tamu Allah”. Ini lebih berkah dari hotel bintang 5. Tapi panitia wajib jamin: MCK layak, air bersih, keamanan, dan konsumsi tepat waktu. Jangan sampai “syiar jalan, warga kelelahan”.
3. 12 Venue Tersebar: Tantangan Manajemen
Membagi 12 cabang ke 12 lokasi itu bagus untuk pemerataan, tapi rawan: penonton bingung, juri telat, sound system beda kualitas. Panitia harus siapkan: peta venue digital, shuttle bus antar venue, dan petugas informasi di tiap titik.
Masjid Nurul Jihad jadi venue itu sinyal bagus: masjid difungsikan, bukan hanya untuk salat 5 waktu.
4. Pawai Ta’aruf: Wajah Islam Konawe di Mata Sultra
Rute Tugu Tusawuta Wawotobi → ICP itu panjang dan strategis. Ini etalase Konawe. Jika pawai rapi, islami, kreatif, tanpa musik berlebihan, maka Konawe menang sebelum lomba dimulai. Jika semrawut, citra MTQ rusak.
Dengan Tanggal 23 Juni 2026, Konawe tidak hanya membuka MTQ. Konawe membuka pintunya untuk 16 kabupaten/kota se-Sultra.
Gong pembukaan akan dipukul. Tapi gong yang paling penting bukan di panggung ICP. Gong itu ada di rumah-rumah warga Unaaha yang rela berbagi kamar untuk kafilah. Gong itu ada di suara anak-anak Konawe yang ikut musabaqah. Gong itu ada di hati masyarakat yang mendoakan acara ini lancar.
Bapak Hasrun Taleo sudah menyampaikan: “Konawe siap”. Kesiapan itu kini diuji 3 hari ke depan: merapikan yang belum selesai, memastikan homestay layak, memastikan 12 venue siap pakai.
Untuk masyarakat Konawe: datanglah ke pawai 22 Juni. Beri tepuk tangan untuk kafilah. Karena tamu kita adalah duta Al-Quran.
Untuk kafilah Sultra: selamat datang di Konawe. Di sini Anda bukan hanya peserta lomba. Anda saudara seiman yang akan kami jamu sebaik-baiknya.
DelikAntara.com akan mengawal MTQ XXXI dari hari pertama pendaftaran sampai pengumuman juara umum. Kami akan hitung: berapa hafiz lahir dari Konawe setelah MTQ ini, berapa masjid jadi lebih makmur, berapa anak jadi cinta Quran.
Karena piala boleh dibawa pulang. Tapi syiar Al-Quran harus tinggal di Konawe.
Catatan Redaksi: Jadwal dan venue dapat berubah. DelikAntara.com akan update info resmi dari Panitia MTQ XXXI Konawe.
Laporan: Aby Razak















