ASN BPBD Konawe Ditemukan Meninggal di Teras Kantor, Polres Konawe Olah TKP, Penyebab Belum Dipastikan!

banner 120x600

KONAWE, DELIKANTARA.COM – Seorang Aparatur Sipil Negara ASN Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara Sultra berinisial S (43) ditemukan meninggal dunia di teras kantornya, Jumat 30/10/2026 pagi sekitar pukul 06.45 Wita.

S pertama kali ditemukan oleh seorang rekannya yang hendak masuk kantor untuk melakukan absensi.

Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP La Ode M. Jefri Hamzah, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara TKP bersama tim identifikasi, dan mengambil keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait penemuan korban. Jenazah juga telah menjalani pemeriksaan awal di Rumah Sakit Konawe,” ujar Jefri.

Hasil olah TKP, korban ditemukan dalam posisi terbaring menyamping di lantai teras kantor BPBD Konawe. Dari hasil pemeriksaan awal penyebab kematian korban belum dapat dipastikan.

Jefri mengungkapkan, dari sejumlah saksi yang dimintai keterangan menyampaikan bahwa korban diketahui sempat berada di dalam kawasan kantor BPBD Konawe pada Kamis 29/10 malam sekitar pukul 22.00 Wita bersama beberapa rekannya hingga dini hari.

Salah seorang saksi mengaku sempat melihat korban muntah dan saksi kemudian mengambilkan air putih serta menyarankan korban beristirahat di dalam kantor.

Di TKP, polisi menemukan sejumlah barang antara lain empat botol, dua bungkus rokok, sebuah korek api, gelas plastik, dan satu unit telepon genggam yang telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

“Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya berada bersama sejumlah rekannya di kantor BPBD Konawe. Namun, kami belum bisa menyimpulkan bahwa hal tersebut menjadi penyebab kematian korban,” ungkapnya.

Pihak keluarga membuat surat penolakan autopsi terhadap jenazah korban. Namun, meminta agar penyelidikan tetap dilakukan untuk mengetahui penyebab kematiannya.

“Dari hasil pemeriksaan awal, pihak keluarga membuat surat penolakan autopsi. Namun, keluarga berharap agar kepolisian tetap melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut,” tuturnya.

Jenazah korban saat ini telah dibawa ke rumah duka di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe. Rencananya, korban akan dimakamkan setelah salat asar.

Dengan demikian, fakta dibalik intelektual dalam peristiwa ini adalah pentingnya menunggu hasil penyelidikan resmi Polres Konawe. Penyebab kematian belum dapat dipastikan, polisi masih mendalami keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal RS Konawe.

Menghormati keputusan keluarga yang menolak autopsi namun tetap meminta penyelidikan jalan menjadi kunci agar informasi yang beredar tidak liar dan tetap beretika.

 

Laporan: Redaksi

banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *