RAJA LAIWOI KENDARI X BERPULANG, WARISAN ADAT TETAP HIDUP DI HATI MASYARAKAT SULTRA

banner 120x600

KENDARI, DELIK ANTARA.COM – Kabar duka menyelimuti Kota Kendari dan seluruh masyarakat adat Sulawesi Tenggara. Raja Laiwoi Kendari X, Drs. H. Mberiou Mokole Irwan Tekaka Sao, telah berpulang ke Rahmatullah pada Selasa (26/5/2026).

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat adat, tokoh budaya, dan warga Kota Kendari yang mengenal sosok almarhum sebagai penjaga nilai-nilai luhur Kerajaan Laiwoi di tengah arus modernisasi.

Prosesi pemakaman almarhum akan dilaksanakan pada Rabu (27/5/2026), bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

“Prosesi pemakaman akan dilaksanakan setelah Salat Zuhur. Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka di Perumahan Diamond Alfa, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, menuju kompleks pemakaman keluarga di Mandobi, Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, Kota Kendari,” ujar Endry Irwan Tekaka, putra almarhum, saat dikonfirmasi Selasa malam.

Almarhum akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di Mandobi, Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, Kota Kendari.

Raja Laiwoi Kendari X dikenal luas sebagai sosok yang konsisten menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Kerajaan Laiwoi. Di tengah pesatnya perkembangan Kota Kendari, beliau hadir sebagai pengingat bahwa identitas budaya tidak boleh hilang.

“Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi kami. Almarhum adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini. Beliau menjaga agar adat Laiwoi tetap hidup, dihormati, dan diwariskan kepada generasi muda,” ungkap Dr. Adrian Tawai, Selaku Ketua Panglima Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT).

Sejak kabar duka tersebar, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan. Tokoh adat, pejabat daerah, pemuda adat, hingga masyarakat umum menyampaikan duka cita dan mengenang keteladanan almarhum.

Kepergian Raja Laiwoi Kendari X bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Kerajaan Laiwoi, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Kendari yang mencintai budaya dan sejarahnya.

Meski raga telah tiada, semangat dan warisan budaya yang dijaga almarhum diyakini akan terus hidup. Keluarga besar Kerajaan Laiwoi berkomitmen melanjutkan nilai-nilai yang telah diwariskan.

“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Warisan beliau akan kami jaga bersama,” tutup Endry Irwan Tekaka.

banner 1600x458 banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *