banner 1600x458 banner 325x300 banner 1600x450

Bulog Unaaha Pastikan Stok 30 Ribu Ton Aman, Distribusi Beras SPHP dan Bantuan Pangan Lancar Hadapi Musim Kemarau

Kabulog Unaaha Hendra Dionisius pastikan stok beras 30 ribu ton aman. Bulog salurkan SPHP dan bantuan pangan transparan. Konawe jadi lumbung pangan Sultra.

banner 120x600
banner 468x60

KONAWE, DELIK ANTARA.COM – Perum Bulog Kantor Cabang Unaaha Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi hari besar dan musim kemarau dengan stok beras yang memadai serta penyaluran bantuan pangan yang transparan.

Hal itu disampaikan Pimpinan Perum Bulog Cabang Unaaha, Hendra Dionisius, dalam wawancara eksklusif via telepon dengan tim Jurnalis DelikAntara.com, Minggu (24/5/2026).

“Kami tetap melanjutkan penyaluran beras SPHP yang kami mulai sejak Januari 2026 sampai sekarang,” ujar Hendra membuka penjelasan.

Hendra menjelaskan, Bulog Unaaha juga telah menuntaskan penyaluran beras bantuan pangan yang dilaunching bersama Bupati Konawe pada Maret lalu. Mekanisme pembagiannya kini jauh lebih akuntabel.

“Semua penerima atau PBP difoto pada saat menerima beras, kemudian di-upload di aplikasi. Jadi penyaluran bantuan pangan sekarang jauh lebih dapat dipertanggungjawabkan karena semua difoto dan di-upload di aplikasi,” jelasnya.

Sistem ini, kata dia, memungkinkan pemantauan langsung oleh Badan Pangan Nasional selaku pengampu program bantuan pangan. Untuk program Gerakan Pangan Murah (GPM), Bulog Unaaha belum menggelar secara mandiri karena penyaluran SPHP melalui mitra di pasar, luar pasar, maupun instansi seperti Polri masih berjalan lancar.

Terkait tantangan di lapangan, Hendra menyebut cuaca sebagai hambatan utama dalam proses bongkar muat dan distribusi beras ke masyarakat di Kabupaten Konawe.

“Biasanya cuaca yang paling menghalang. Misalnya ketika kita mau bongkar, tiba-tiba hujan, kita tunda dulu proses bongkarnya. Atau pas kita mau mengantar, tiba-tiba hujan, daripada nanti basah di perjalanan, lebih baik kita tunda pengantarannya keesokan harinya,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan petugas lapangan sudah terbiasa menggunakan aplikasi digital, sehingga tidak ada hambatan administratif.

Untuk kesiapan stok, Hendra merinci bahwa Bulog Unaaha menguasai sekitar 30 ribu ton beras per hari. Menariknya, sebagian beras dari Konawe juga dikirim ke daerah non-sentral produksi untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami juga mengirimkan beras yang ada di sini ke Provinsi Papua, sebelumnya ke Maluku, kemudian ke Sulawesi Tengah, ke Sulawesi Utara, dalam rangka ikut membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di provinsi tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, Konawe sebagai daerah sentral produksi padi terbesar di Sulawesi Tenggara memiliki peran strategis menyangga ketahanan pangan wilayah lain. Panen tahun ini pun disebut berlangsung lebih panjang akibat perbaikan irigasi di Tonggauna yang membuat waktu tanam mundur.

“Panen tahun ini berkepanjangan. Dimulai dari Uepai, Wawotobi, Padangguni, Abuki, Tonggauna, dan akan lanjut di Wonggeduku. Jadi harusnya beras jauh lebih stabil,” katanya.

Hendra memastikan masyarakat tidak perlu panik dengan harga beras. Jika terjadi kenaikan, ia menduga itu akibat spekulasi pihak tertentu. Bulog tetap mendistribusikan beras SPHP untuk menjaga stabilitas.

Selain beras, Bulog Unaaha juga memperkuat stok MinyaKita. Saat ini pembuatan minyak goreng dilakukan di Makassar dan ditargetkan tiba di Unaaha minggu depan.

“Kami juga menyalurkan bantuan pangan yang salah satunya 4 liter minyak langsung per penerima manfaat. Jadi ini ibaratnya kita hambur minyak ke masyarakat, khususnya penerima bantuan pangan,” kata Hendra.

Ia memastikan ketersediaan minyak goreng di Konawe masih aman karena banyak distributor lokal yang memiliki stok.

Menjelang hari besar, Bulog Unaaha juga bersiap menyalurkan bantuan bencana alam. Hendra mengaku diundang Bupati Konawe untuk menyerahkan bantuan beras bencana alam pada Senin (25/5/2026).

Bantuan ini merupakan tindak lanjut kunjungan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Sultra pasca banjir di beberapa desa. Bantuan diajukan Bupati ke Badan Pangan Nasional dan telah disetujui untuk 3 kabupaten dan 1 kota, termasuk Kabupaten Konawe.

“Ini lanjutannya dari kedatangan Pak Menteri itu. Akan beliau serahkan hari Senin besok,” pungkasnya.

Dengan Wawancara ini menunjukkan Konawe bukan hanya lumbung pangan Sultra, tapi juga penyangga bagi wilayah non-sentral produksi seperti Papua dan Maluku.

Sistem digitalisasi penyaluran bantuan pangan yang diterapkan Bulog Unaaha sejalan dengan amanat Perpres No. 125/2022 tentang Cadangan Pangan Pemerintah dan UU No. 18/2012 tentang Pangan yang menuntut akuntabilitas dan transparansi distribusi.

DelikAntara.com akan terus mengawal distribusi pangan dan kesiapan Bulog Unaaha dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Sulawesi Tenggara.

Kirim informasi dan aduan terkait ketersediaan pangan di daerah Anda ke redaksi@delikantara.com dengan subjek #KetahananPanganSultra.

 

Laporan: Aby Razak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *