JAKARTA, DelikAntara.com – Pergantian Kapolda Sultra mulai memunculkan dinamika dan spekulasi di internal Polri. Meski telegram Kapolri belum terbit, sejumlah nama perwira tinggi mulai diperbincangkan. Tradisi senioritas dan angkatan akademi disebut masih berpengaruh dalam penentuan jabatan strategis Polri.
Sorotan mengarah pada lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1993 dan 1994. Beberapa nama yang beredar yakni Irjen Asep Safrudin, Irjen Ade Deryana Wijaya, dan Irjen Pipit Rismanto.
Namun, Irjen Pipit Rismanto disebut menjadi salah satu figur terkuat menuju kursi Kapolda Sultra.
Pipit diketahui pernah menjabat Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri. Posisi itu menangani kasus tambang ilegal, penyelundupan sumber daya alam, dan mafia distribusi BBM.
Sulawesi Tenggara sendiri belakangan menjadi sorotan terkait aktivitas pertambangan ilegal dan dugaan penyelewengan BBM.
Sejumlah pihak menilai Kapolda Sultra mendatang harus mampu menjaga keamanan sekaligus menindak kejahatan terorganisir.
“Kapolda Sultra ke depan harus berani membongkar jaringan besar yang selama ini sulit tersentuh,” ujar seorang pengamat.
KEJUTAN: BRIGJEN HIMAWAN BAYU AJI YANG DIPILIH
Namun spekulasi itu terpatahkan. Berdasarkan Telegram Rahasia Kapolri yang terbit Jumat (8/5/2026):
BRIGJEN POL Dr. HIMAWAN BAYU AJI, S.H., S.I.K., M.H. NRP 72120636
DIRTIPIDSIBER BARESKRIM POLRI DIANGKAT DLM JAB BARU SBG KAPOLDA SULTRA TTK
Himawan Bayu Aji merupakan lulusan Akpol 1996. Sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, unit yang menangani kejahatan dunia maya, judi online, dan penipuan elektronik.
Penunjukan perwira siber ke Sultra bukan tanpa alasan. Sultra darurat tambang ilegal dan mafia BBM, tapi juga darurat illegal mining yang dipromosikan via medsos, serta judi online yang menyasar pekerja tambang. Kapolri butuh Kapolda yang paham tracking digital untuk bongkar jaringan.
Irjen Pipit Rismanto Akpol 1993 dan Irjen Asep Safrudin Akpol 1994 digadang-gadang. Namun Kapolri memilih Akpol 1996. Ini sinyal: merit system dan kebutuhan spesifik daerah lebih penting dari senioritas angkatan.
Sultra kini sorotan: KPK audit aset, Kejagung audit Polri, tambang ilegal marak, BBM subsidi bocor. Ditambah judi online merajalela di wilayah tambang. Himawan ditantang buktikan ilmu siber bisa tackle kejahatan konvensional dan digital sekaligus.
Pergantian Kapolda Sultra dinilai bukan sekadar rotasi jabatan biasa di tubuh Polri. Publik kini menanti figur pemimpin yang dinilai mampu menangani persoalan hukum strategis di Sultra.
Rotasi bukan sekadar ganti nama, tapi ganti strategi. Sultra butuh Kapolda yang paham tambang sekaligus paham algoritma. Redaksi membuka ruang Hak Jawab 2×24 jam untuk Mabes Polri dan Polda Sultra. Publik Sultra menunggu: gebrakan, bukan seremonial.
Kapolri tidak pilih nama, tapi pilih kebutuhan. Sultra butuh Kapolda yang bisa baca server dan baca peta tambang. Brigjen Himawan Bayu Aji diuji: apakah ilmu siber bisa bongkar mafia konvensional. Jika ya, rotasi ini revolusi. Jika tidak, Sultra tetap jadi ladang bandit.
Laporan: Redaksi
















