Jelang MTQ Sultra ke-31, Satpol PP Konawe siaga penuh: Wabup pimpin apel, ICP Unaaha steril, 16 kafilah dikawal

banner 120x600

KONAWE, DELIK ANTARA.COM – Jelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara ke-31, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Konawe menyatakan siap penuh mengamankan seluruh rangkaian kegiatan.

Kesiapan itu ditegaskan Bupati Konawe melalui Wakil Bupati Konawe dalam apel siaga di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja, Minggu 22/6/2026. Wabup menegaskan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja adalah OPD yang khusus menjaga ketertiban dan keamanan.

“Dan memastikan ketenteraman masyarakat Konawe, khusus tamu dari 16 kabupaten dan kota pada pelaksanaan MTQ ke-31 yang dilaksanakan di Konawe,” tegas Wabup dalam arahannya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Konawe, Jusrin Jalil. Sos., menegaskan pihaknya telah mensterilkan lokasi utama di Inolobunggadue Central Park ICP, Unaaha, sekaligus menyebar personel di seluruh titik strategis.

“Kalau terkait masalah pengamanan, khususnya kegiatan Pawai Mobil Hias, insyaallah kami dari Satuan Polisi Pamong Praja telah mensterilkan lokasi di ICP agar tercipta rasa aman, tenteram dan kondusif,” ujar Jusrin saat diwawancarai eksklusif tim reporter DelikAntara.com, Selasa 23/6/2026.

Dengan demikian diharapkan seluruh rangkaian MTQ, mulai pembukaan, lomba, hingga penutupan, berjalan tanpa gangguan keamanan dan ketertiban.

Jusrin menambahkan, sesuai arahan apel siaga, personel harus mensterilkan mulai dari pelepasan Tugu Adipura sampai titik finis di ICP. “Kemudian di sini lagi terbagi tugas dari pukul 06.00 sampai 07.15 untuk persiapan pengamanan dan pengaturan para kafilah dan mobil hias,” jelasnya.

“Ini bukan kata mengawal tapi mensukseskan, mengawal dan mensukseskan pelaksanaan MTQ yang ke-31 yang dilaksanakan di Konawe,” tegas Jusrin.

Jusrin sapaan akrabnya menjelaskan, personel Satpol PP sudah terbagi tugas sejak pukul 05.30 hingga 07.00 WITA dan akan stand by sampai seluruh kegiatan selesai. Pengamanan tidak hanya fokus di arena utama MTQ, tetapi juga di penginapan kafilah dari 16 kabupaten/kota serta titik-titik kegiatan lainnya.

“Semua titik-titik lokasi kegiatan baik yang berada di kafilah para tamu-tamu kita dari kabupaten lain, maupun di venue, maupun di titik-titik tempat kegiatan acara, semua dari pihak pengamanan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Konawe siap dan sudah dilaksanakan,” tegas Kasatpol tersebut.

Untuk durasi pengamanan, Jusrin memastikan Satpol PP mengawal penuh mulai Jumat 23 Juni hingga penutupan 28 Juni 2026. “Kami sudah bagi habis tugas untuk kegiatan MTQ ke-31 ini. Bahkan kami dari Satpol PP mempersiapkan anggota personel itu mulai dari hari Jumat untuk titik pengamanan sampai terakhir tanggal 28. Kami pastikan insya Allah kami tetap akan mengawal MTQ ini sampai selesai,” ungkapnya.

Sebagai penanggung jawab ketertiban umum, Jusrin menyampaikan pesan dan harapannya. “Satu harapan saya sebagai Kasat Pol PP Kabupaten Konawe, saya menegaskan kami siap mewujudkan kegiatan MTQ ke-31. Semoga ini tercipta dengan aman, damai, tentram.”

Kepada para tamu kafilah, ia menambahkan, “Semoga dari tamu-tamu kita, saudara-saudara kita dari kabupaten lain mendapatkan kenyamanan, ketertiban dan merasa aman. dan selamat sampai di tujuan.”

Selain itu, Kasatpol juga menegaskan bahwa terciptanya kondusifitas aman dan sejahtera ini bukan hanya peran Satuan Polisi Pamong Praja saja tetapi berkat kolaborasi TNI dan Polri jajaran Personil Polres Konawe, yang dipimpin yaitu Kapolres Konawe, AKBP Noer Alam, S.I.K.

Tak hanya itu, keterlibatan Dekranasda Kabupaten Konawe sebagai produk kerajinan dan UMKM lokal juga hadir dalam menyukseskan jalannya rangkaian. Kegiatan MTQ Kabupaten Konawe dengan semangat kebersamaan dan syiar yang bermartabat.

MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara dijadwalkan berlangsung hingga 28 Juni 2026. Selain menjadi ajang kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.

Analisis intelektual Redaksi DelikAntara.com

1. Apel siaga 22 Juni: Komando dari Wabup

Wabup turun langsung pimpin apel. Artinya MTQ ini atensi pimpinan daerah. Satpol PP disebut OPD khusus ketertiban. Ini legitimasi politik. Jika gagal, bukan hanya Kasatpol yang disorot, tapi Bupati-Wabup. Dengan demikian diharapkan apel bukan seremonial, tapi cek kesiapan riil.

2. Steril Tugu Adipura-ICP: Jalur syiar harus bersih

Jusrin sebut sterilisasi dari pelepasan Tugu Adipura sampai finis ICP. Itu jalur pawai mobil hias. Rawan macet, copet, pedagang liar, dan sabotase. Steril artinya bebas gangguan. Satu insiden di jalur pawai, citra tuan rumah rusak se-Sultra.

3. Siaga 06.00-07.15 WITA: Jam krusial kafilah

Kafilah bergerak pagi. Sarapan, loading bus, menuju venue. Jika telat satu bus, jadwal lomba kacau. Satpol PP harus jadi pengatur lalu lintas, bukan hanya jaga portal. Ini ujian manajemen lapangan.

4. Bukan hanya mengawal, tapi mensukseskan

Jusrin tegaskan diksi: mengawal dan mensukseskan. Artinya Satpol PP tidak pasif. Harus proaktif bantu panitia, bantu kafilah, bantu UMKM. Kalau hanya berdiri, itu satpam. Kalau sukses, itu tuan rumah.

5. Kolaborasi TNI-Polri: Satu komando di lapangan

Kasatpol sebut Kapolres AKBP Noer Alam turun tangan. Dengan demikian diharapkan posko gabungan aktif. Jangan ada tiga komando terpisah. Insiden kecil bisa besar kalau koordinasi telat.

6. Ukuran sukses: Tiga warisan Konawe

Dengan demikian, rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara ke-31 di Kabupaten Konawe bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan ujian nyata bagi tata kelola pemerintahan, soliditas birokrasi, dan kedewasaan masyarakat sebagai tuan rumah.

Karena keberhasilan Konawe tidak diukur dari meriahnya pembukaan atau banyaknya piala, melainkan dari tiga warisan: pelayanan kafilah tanpa keluhan, ekonomi lokal yang tumbuh, dan integritas penyelenggaraan yang terjaga.

Dengan demikian diharapkan tagline Membangun Desa Menata Kota, Bersahaja telah menemukan maknanya: desa tumbuh, kota tertata, masyarakat sejahtera. Konawe bersahaja.

Landasan hukum dan Kode Etik Jurnalistik

Pemberitaan ini berpedoman pada:

1. UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 3 dan 6: Pers kontrol sosial.

2. Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 dan 3: Akurat, berimbang, uji informasi.

3. PP No. 16 Tahun 2018 tentang Satpol PP: Tugas penegakan Perda, ketertiban umum, perlindungan masyarakat.

4. Permendagri No. 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum: SOP pengamanan kegiatan masyarakat.

MTQ Sultra ke-31 digelar 23-28 Juni 2026. Apel siaga sudah digelar 22 Juni dipimpin Wabup. Perintah jelas: sterilkan Tugu Adipura sampai ICP, siaga 06.00-07.15 WITA, kawal kafilah dan mobil hias.

Untuk Wakil Bupati Konawe: Terima kasih pimpin apel. Dengan demikian diharapkan pengawasan berlanjut sampai 28 Juni, bukan hanya saat apel.

Untuk Kasatpol PP Jusrin Jalil: Tugas bukan hanya mengawal, tapi mensukseskan. Dengan demikian diharapkan ICP steril, kafilah nyaman, pawai lancar. Konawe bersahaja.

Untuk Kapolres Konawe AKBP Noer Alam: Kolaborasi TNI-Polri kunci kondusif. Dengan demikian diharapkan patroli gabungan sampai ke penginapan, bukan hanya di ICP.

Untuk kafilah 16 kabupaten/kota: Selamat bermusabaqah. Selamat menikmati Konawe. Jika ada yang tidak beres, sampaikan. Tuan rumah wajib layani.

Jika nilai-nilai aman, damai, tenteram itu tercapai, maka tagline Membangun Desa Menata Kota, Bersahaja telah menemukan maknanya: desa tumbuh, kota tertata, masyarakat sejahtera.

Dengan demikian diharapkan MTQ ke-31 ini meninggalkan warisan: pelayanan kafilah tanpa keluhan, ekonomi lokal yang tumbuh, dan integritas penyelenggaraan yang terjaga.

Kami kawal dari apel siaga sampai penutupan. Karena MTQ sukses ukurannya bukan tepuk tangan, tapi aman dan berkah untuk semua. Konawe bersahaja.

 

Laporan: Aby Razak

banner 1600x458 banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *