KONAWE, DELIK ANTARA.COM – Seorang warga Desa Anggoro, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, S.S., mengaku mendapat perlakuan tidak layak dari petugas saat mengurus pengambilan koper 11 anggota keluarganya yang baru pulang menunaikan ibadah haji.
Pengakuan itu disampaikan S.S. dalam wawancara eksklusif bersama DelikAntara.com, Selasa 30/6/2026.
S.S. mengatakan 11 anggota keluarganya berangkat haji dari Desa Anggoro. Karena kondisi capek usai perjalanan jauh, keluarga menitipkan kepadanya untuk mengambil koper di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Konawe.
“Saya ke kantor Kementerian Haji dan Umrah, saya bertanya sama petugasnya, kapan bisa diambil kopernya? Ada petugas seorang ibu di situ, dia bilang, kok tidak bacakah di grup? Ada di grup, di share, nanti jam 10.”
Saat datang, waktu belum menunjukkan pukul 10.00 WITA. Ia kemudian meminta kertas kepada panitia laki-laki untuk mencatat 11 nama dan paspor agar proses cepat. Panitia menyetujui.
“Dia bilang, oh iya ibu, itu malah katanya lebih bagus, membantu kami, supaya percepat.”
Dugaan Pengusiran oleh Oknum S. dan I.
Situasi berubah saat oknum petugas perempuan berinisial S. datang.
“Dengan serta-merta ibu itu tadi itu tidak tahu kenapa, dia langsung datang tarik saya, dan usir saya. Keluar! Keluar! Keluar! Tidak tahu aturan, sudah dikasih tahu, tidak boleh mengambil, kenapa katanya memaksakan, selalu memaksakan kehendak. Dia dorong saya sampai keluar pintu ruangannya.”
Setelah itu, S.S. kembali masuk dengan kertas catatan nama. Namun oknum petugas laki-laki berinisial I. yang mengaku “yang punya wilayah di sini saya” kembali mendorongnya.
“Ibu, yang punya wilayah di sini saya, saya yang menentukan aturan di sini. Ibu, keluar!”
Ia menyebut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah saat itu berada di tempat namun hanya melihat.
Dugaan Pilih Kasih
S.S. menuding ada perlakuan berbeda.
“Pada saat saya, sebelum mereka itu berbahasa kasar begitu, yang lain-lain itu dia kasih, belum jam 10, mereka kasih. Mereka datang ambil koper, dia kasih. Dugaannya pilih kasih.”
Ia pulang ke rumah pukul 09.30 WITA dan melihat warga lain sudah mengambil koper.
Harapan: Pelayanan Adil dan Tidak Arogan
S.S. meminta petugas haji lebih humanis.
“Untuk pelayanannya, supaya ke depan lebih baik lagi, jangan ada pilih kasih, terus itu melayani masyarakat itu harus tenang… Janganlah terlalu, maksudnya kalau sepanjang memang sudah memenuhi aturan, enggak usah dipersulit. Karena itu sangat mencederai hati para jemaah itu.”
Ia menegaskan tidak pernah punya masalah pribadi dengan petugas Kementerian Haji dan Umrah selama puluhan tahun mengantar keluarga haji.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Konawe dan oknum S. serta I. belum memberikan klarifikasi resmi kepada DelikAntara.com.
Laporan: Aby Razak















