Breaking! Dua Srikandi Desa Pinole dan Amboniki Bersatu, Berharap Tanah Hutan Lindung Dikembalikan Untuk Kesejahteraan Rakyat Konawe

banner 120x600

KONAWE, DELIK ANTARA.COM – Sebuah gerakan akar rumput yang dipimpin dua srikandi desa menggema dari pelosok Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Sabtu (12/9/2026).

Kepala Desa Pinole, Nuriatin, dan Kepala Desa Amboniki, Masnia, menggelar musyawarah besar bersama masyarakat dari Desa Pinole, Amboniki, Unaaha, hingga Kendari. Tujuannya satu: memperjuangkan tanah masyarakat yang selama ini dikuasai status hutan lindung agar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.

Hal itu terungkap dalam wawancara eksklusif DelikAntara.com bersama Kades Pinole Nuriatin di kediaman pribadinya tepatnya di Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha.

Kepada DelikAntara.com, Nuriatin menjelaskan, kegiatan yang baru saja dilaksanakan adalah musyawarah bersama antara dua desa, Pinole dan Amboniki, yang dihadiri seluruh elemen masyarakat.

“Ya, kegiatan tadi gini yang kita musyawarahkan bersama antara dua desa. Kita kumpul bersama masyarakat semua yang ada di Unaaha, Latoma, Kendari, dan pada umumnya di Kabupaten Konawe ini, khususnya dua desa, Amboniki dan Pinole,” ujar Nuriatin.

Ia menegaskan, isu yang berkembang di masyarakat seolah-olah ada penurunan status kawasan. Namun yang menjadi keinginan utama masyarakat adalah agar tanah yang selama ini dikuasai oleh kawasan hutan bisa dikelola langsung oleh rakyat.

“Dengan tujuan kita, ada ngomong-ngomong seolah-olah ini di kabupatenan itu penurunan status. Kedepan kita punya giat-giat ini, kedepan keinginannya kita supaya kita punya tanah yang selama ini dikuasai oleh hutanan, supaya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan masyarakat luas, khususnya kedua desa,” tegasnya.

Nuriatin membeberkan, selama ini masyarakat kedua desa kesulitan memanfaatkan lahan karena terbentur status hutan lindung. Padahal, tanah tersebut sangat subur dan bisa menjadi sumber ekonomi jika diizinkan untuk ditanami.

“Supaya bisa mereka manfaatkan untuk baik itu tanaman jangka pendek maupun tanaman-tanaman yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat tempat ini,” ungkapnya.

Tanaman jangka pendek yang dimaksud seperti jagung, sayur, dan palawija, sementara tanaman jangka panjang seperti kakao, lada, dan tanaman perkebunan lainnya yang menjadi andalan ekonomi warga Latoma.

Musyawarah yang digelar di rumah pribadi Kades Pinole tepatnya di Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha, ini dihadiri langsung oleh tokoh masyarakat Desa Pinole, tokoh masyarakat Desa Amboniki, dan semua elemen warga asli kedua desa.

“Yang hadir utamanya dua desa, di samping masyarakat, baik tokoh masyarakat Desa Pinole maupun tokoh masyarakat Desa Amboniki, dan semua elemen masyarakat yang betul-betul warga Desa Amboniki dan Pinole. Itu yang hadir tadi,” jelas Nuriatin.

Untuk tahap awal, pertemuan masih bersifat internal keluarga besar dua desa. Pertemuan berikutnya direncanakan akan digelar lebih besar di tingkat Kecamatan Latoma dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan kabupaten.

“Dilaksanakan di rumah pribadi saya, Desa Pinole. Untuk sementara ini banyak pertemuan khusus dulu semua keluarga. Nanti pertemuan berikutnya kita akan selenggarakan di Kecamatan Latoma,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Nuriatin menyampaikan pesan dan harapan mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Konawe dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ia meminta agar pemerintah hadir dan berpihak kepada rakyat kecil. Tanah yang masih berstatus hutan lindung diharapkan bisa dibantu pelepasan statusnya untuk kepentingan umum dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harapkan pemerintah Kabupaten Konawe khususnya supaya bisa merupakan kami ini, supaya tanah yang masih dikuasai oleh namanya hutan lindung supaya bisa kita bantu masyarakat untuk kepentingan umum. Termasuk juga pemerintah provinsi atau kabupaten yang terkait supaya mendukung kami sebagai pemerintah keluar desa, supaya kita sama-sama meningkatkan ke depan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Pinole dan Amboniki,” pungkasnya penuh harap.

 

Laporan: Aby Razak

banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *