VIRAL! Aksi Humanis Polisi Izinkan Tahanan Peluk Anak Balitanya, Warganet: Ini Baru Bhayangkara

Video Perpisahan Haru Jadi Bukti Polri Tak Hanya Tegas, Tapi Juga Punya Hati  

banner 120x600

JAKARTA, DELIK ANTARA.COM – Di tengah sorotan tajam terhadap penegakan hukum, sebuah video berdurasi singkat justru viral karena menampilkan sisi lain Polri.

Sisi yang humanis. Dalam video tersebut terlihat seorang anggota polisi memberikan kesempatan kepada seorang tahanan untuk bertemu dan memeluk anak balitanya.

Momen beberapa detik itu sukses membuat warganet terharu. Komentar “salut” dan “ini baru polisi” membanjiri kolom komentar.

Video tersebut pertama kali diunggah dan langsung menyebar luas di TikTok, Instagram, dan X.

Dalam rekaman tampak seorang petugas membawa seorang anak balita ke ruang tahanan. Begitu melihat anaknya, sang tahanan langsung berdiri dan memeluk erat buah hatinya. Tangis haru pecah. Anak kecil itu juga tampak memeluk leher ayahnya erat.

Petugas yang mengawal hanya berdiri di samping, memberi ruang beberapa menit untuk pertemuan singkat tersebut sebelum akhirnya mengantar kembali.

Hingga berita ini ditulis, video itu telah ditonton ratusan ribu kali dan dibagikan ribuan kali.

Aksi kecil ini memicu reaksi besar di media sosial. Warganet kompak memuji tindakan humanis anggota tersebut.

“Kadang kita lupa, di balik seragam itu ada hati. Sehat selalu pak polisi,” tulis salah satu netizen.

“Ini yang kita butuhkan. Tegas dalam hukum, tapi tetap punya rasa kemanusiaan,” komentar lainnya.

“Lihat videonya langsung nangis. Semoga bapaknya cepat selesai masalahnya dan bisa kumpul lagi sama anak,” tambah warganet lain.

Banyak yang menilai, tindakan seperti ini justru yang membuat citra Polri semakin dekat dengan masyarakat.

Sementara, Pakar sosiologi dari Universitas Indonesia Dr. Devie Rahmawati menilai, tindakan tersebut mencerminkan wajah Polri yang presisi dan humanis sesuai arahan Kapolri.

“Penegakan hukum tidak harus menghilangkan sisi kemanusiaan. Justru ketika hukum ditegakkan dengan empati, kepercayaan publik akan semakin tinggi. Video ini adalah contoh komunikasi publik yang paling efektif, karena datang dari aksi nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahanan tetaplah manusia yang memiliki hak untuk tetap menjalin hubungan dengan keluarga, terutama anak. Sepanjang tidak melanggar prosedur dan keamanan, kebijakan seperti ini layak diapresiasi.

Sejak dicanangkan program Presisi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri memang didorong untuk lebih dekat dan melayani masyarakat dengan hati.

Aksi viral ini menjadi bukti bahwa di lapangan, masih banyak anggota yang memahami bahwa tugas polisi bukan hanya menangkap, tapi juga menjaga martabat kemanusiaan.

Satu pelukan. Satu izin singkat. Tapi dampaknya luar biasa.

Video ini mengingatkan publik bahwa hukum dan hati bisa berjalan beriringan. Tegas dalam tugas, tapi tetap manusiawi dalam tindakan.

Di tengah banyaknya pemberitaan negatif, aksi humanis ini menjadi oase. Bukti bahwa Bhayangkara tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjaga nurani.

 

Penulis: Aby Razak

banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *