KENDARI, DELIK ANTARA.COM – Di sela perayaan Milad ke-IV Tamalaki Pobende Wonua Sultra, salah satu pegiat seni dan sineas lokal Sultra yang juga Sekaligus Ketua Umum Garuda Indonesia, Alex Pangaibali.S.Th. S.H., membagikan kabar terbaru terkait proses pembuatan film yang sedang ia garap.
Alex menyebut progres pembuatan film saat ini berjalan bagus. Proses seleksi pemain juga telah selesai.
“Sampai sekarang progresnya bagus dan kemudian pemain-pemain yang saya seleksi luar biasa semua. Semua punya potensi dan akan dipakai sesuai dengan karakter atau tokoh mereka. Sehingga film ini menjadi menarik,” ungkapnya.
Yang membedakan film ini adalah seluruh pemain dan kru berasal dari daerah. Tidak ada satupun bintang yang didatangkan dari Jakarta.
“Karena film ini baru pertama kali film lokal yang melibatkan semua warga lokal yang main. Tidak ada bintang dari Jakarta. Semua murni dari Sultra. Juga kru-krunya semua murni dari Sultra. Nah itu bedanya,” jelasnya.

Alex menargetkan membuat banyak film yang mengangkat potensi daerah. Untuk di Jakarta ia sudah membuat 3 film. Namun untuk Sultra, ia ingin mengangkat semua kekayaan lokal.
“Kalau film saya di Jakarta tiga. Tapi kalau di sini mungkin banyak sekali karena saya mau mengangkat semua potensi daerah. Jadi mengangkat kearifan lokal di seluruh Sultra ini. Khususnya tentang budaya, adat, kuliner, wisata. Dan semua kekuatan kota akan diangkat. Dia punya potensi-potensi yang ada di daerah masing-masing,” tuturnya.
Rencana syuting perdana akan dimulai akhir bulan ini. Sebelumnya akan ada pertemuan terakhir dan doa bersama pada tanggal 25 Juli di OT Coffe.
“Rencananya itu adalah tanggal 25 Juli. Pertemuan terakhir. Kemudian mungkin akan ada doa bersama para pemain maupun kru yang ada. Itu mungkin di OT Coffe, Coffe yang sangat bagus view dan lokasinya. Nah kemudian habis itu setelah itu baru kita mungkin perdana on camera di akhir bulan. Jadi sudah mulai harus ada persiapan. Kostum apa yang pemain akan pakai. Lokasi mana yang kami akan ambil supaya dipersiapkan sebelum akhir bulan itu.”
Untuk tahap awal, lokasi syuting difokuskan di Sultra. Beberapa rumah warga sudah bersedia menjadi lokasi.

“Kalau sekarang khusus hanya di Sultra saja. Beberapa rumah keluarga yang kami minta dan mereka setuju dan itu terima kasih bagi kami.”
Setelah Sultra, syuting akan berlanjut ke daerah lain.
“Kemudian setelah Sultra ini baru akan mengarah ke Raha, ke Buton, ke Koltim, ke Konawe. Masing-masing daerah itu memiliki tokoh peran utama. Jadi bukan dari Kendari datang ke sana. Hanya tokoh utama yang ke sana yaitu Rika dan Risal. Tapi pemain-pemainnya semua dari kabupaten/kota yang di mana kami syuting.”
Alex berharap pemerintah daerah mendukung produksi film ini. Bentuk dukungan tidak harus berupa uang.
“Harapan saya bahwa semua kita, khususnya stakeholder yang ada di seluruh Sultra. Gubernur Sultra, Pak Andi Sumangerukka, maupun juga para bupati seluruh kabupaten/kota. Mari dukung. Harapan saya bahwa sekali lagi pemerintah daerah tolong support kami. Mungkin bukan uang, tapi apa yang ada yang bisa kami gunakan untuk meringankan cost produksi kami.”
Dengan adanya inisiatif film 100% lokal ini, diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan industri perfilman Sultra yang mengangkat budaya, adat, dan wisata daerah ke layar nasional.
Reporter: Ramdianto















