KENDARI, DELIK ANTARA.COM – Perayaan Milad ke-IV Tamalaki Pobende Wonua Sulawesi Tenggara sukses digelar pada Jumat, (17/7/2026) di Pantai Nambo, Kota Kendari. Mengusung semangat “Kreasi Tanpa Batas, Akar Tanpa Lepas”, acara ini sekaligus menjadi momentum bersejarah karena Tamalaki resmi bergabung sebagai organisasi sayap Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki DPP LAT.
Acara milad dihadiri sejumlah tokoh penting. Turut hadir perwakilan Kapolda Sultra, Danrem 143/Haluoleo atau yang mewakili, serta perwakilan organisasi dan forum masyarakat adat lintas suku. Di antaranya Suku Tolaki, Bugis, Buton, Muna, Moronene, dan suku lainnya di Sultra.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan sertifikat resmi Tamalaki Pobende Wonua Sultra sebagai anggota organisasi sayap DPP LAT.
Penyerahan dilakukan oleh Ketua Umum DPP LAT melalui Dr. Adrian Tawai selaku Taduno Anomongguro Tamalaki sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, Pemuda dan Ketamalakian DPP LAT. Turut menyaksikan Khalid Usman, SH., MH, Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan HAKI DPP LAT.

Dengan bergabungnya Tamalaki, organisasi ini resmi menyandang gelar adat “POLAPI WUNGGU ARONO DPP LAT”.
Mengusung tema “Kreasi Tanpa Batas, Akar Tanpa Lepas”, Tamalaki menegaskan komitmennya untuk berkarya setinggi langit, namun tetap berpijak sekuat akar di bumi leluhur.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan khidmat sebagai wujud komitmen organisasi dalam melestarikan kearifan lokal Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara.
Dalam wawancara eksklusif, Dr. Adrian Tawai menyampaikan apresiasi tinggi atas bergabungnya Tamalaki.
“Pokoknya yang pertama, kami ucapkan terima kasih dan bangga. Pobende ini sudah bergabung pusat lembaga adat Tolaki. Kita ada 38 ormas yang sudah resmi bergabung dan masih Ada banyak ormas sebenarnya. Sekarang Pobende,” ujarnya.
Ia menilai Tamalaki sebagai salah satu ormas yang konsisten.
“Pobende ini adalah salah satu ormas yang konsisten dan sangat fokus dalam menegakkan maruah masyarakat adat Suku Tolaki. Jadi kami sangat berterima kasih sekali. Bergabungnya Pobende menjadi satu kekuatan terbesar lagi buat kedepan. Jadi kita ini semakin kuat, semakin besar,” tegasnya.

Saat ditanya harapan ke depan, Adrian menjawab singkat.
“Ya intinya Kedepan agar Pobende saling bekerja sama. Kita tegakkan hak-hak masyarakat adat Suku Tolaki lagi. Hanya itu saja sebenarnya.”
Ia juga menyampaikan ucapan selamat.
“Ya, saya ucapkan selamat atas Milad keempat. Bagi Pobende warga masyarakat negara. Sukses dan kejaya selalu.”
Berikut Analisis Pandangan Redaksi DelikAntara.com:
1. Integrasi Adat Jadi Kekuatan Baru
Bergabungnya Tamalaki ke DPP LAT menambah solid barisan organisasi adat di Sultra. Dengan 38 ormas yang sudah bergabung, suara adat kini semakin kuat untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat.
2. Moto Jadi Arah Gerak
“Kreasi Tanpa Batas, Akar Tanpa Lepas” adalah pesan penting. Organisasi adat harus adaptif terhadap zaman, tapi tidak boleh kehilangan jati diri dan nilai leluhur.
3. Kolaborasi Lintas Suku
Kehadiran tokoh lintas suku di Pantai Nambo menunjukkan bahwa pelestarian adat bukan hanya urusan satu suku, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga kebhinekaan Sultra.

Dengan demikian diharapkan Tamalaki Pobende Wonua Sultra terus bergerak sebagai garda terdepan penjaga adat.
Bekerja sama dengan DPP LAT dan seluruh elemen masyarakat untuk menegakkan marwah, melindungi hak-hak masyarakat adat, dan memastikan kearifan lokal tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Selamat Milad ke-IV Tamalaki. Sukses dan jaya selalu.
DelikAntara.com
Fakta di Balik Intelektual.
Kami kawal adat, kami jaga marwah.
Reporter: Ramdianto















