Intervensi 20 Kelompok Tani Sayur-Buah: Program Hortikultura Konawe Bawa Juara 1 Sultra & Peringkat 3 Nasional Pengendali Inflasi

banner 120x600

KONAWE, DELIK ANTARA.COM – Program hortikultura menjadi salah satu intervensi yang paling diapresiasi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pemerintah Daerah Konawe. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPHP Konawe SUKNIP, SP, MP. Jumat (3/7/2026).

“Salah satu program yang diapresiasi oleh BPK dan Pemda Konawe adalah program di bidang hortikultura terkait intervensi bantuan kelompok tani sayur dan buah untuk mendukung program makan bergizi gratis, menjaga daya beli dan menekan laju inflasi,” ujar Suknip sapaan akrabnya.

Bentuk bantuan yang diberikan lengkap: benih, dolomit, pupuk, dan pesticida.

“Semua kami lengkapi sarana produksinya. Karena kenapa demikian, tanaman ini kalau saya analogikan ibaratnya sama dengan manusia. Dia membutuhkan nutrisi karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut,” jelasnya.

Program dimulai sejak perubahan anggaran tahun 2025 dengan intervensi ke kurang lebih 20 kelompok tani. Sarana produksi disalurkan Desember 2025, petani mulai tanam awal Januari 2026.

Hasilnya terlihat dalam rentang 3 bulan. Satu minggu menjelang bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, 20 kelompok tani panen secara serentak.

“Di satu sisi permintaan untuk kebutuhan dapur SPPG dan kebutuhan konsumsi masyarakat ini sangat tinggi. Dengan hasil panen di 20 kelompok tani ini semua dapat terpenuhi. Kebutuhan dapur SPPG terpenuhi, daya beli masyarakat terpenuhi, kemudian inflasi juga mampu dikendalikan,” kata Pak Suknip.

Keberhasilan itu terjawab dengan rilis BPS terkait pengendalian inflasi.

“Alhamdulillah melalui intervensi program ini dan petani melakukan proses produksi secara berkelanjutan, maka Kabupaten Konawe mendapatkan peringkat 3 secara nasional dalam hal pengendalian inflasi dan nomor 1 terbaik untuk tingkat provinsi di antara 17 kabupaten/kota,” ungkapnya.

Selain inflasi, program ini juga meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian yang naik secara signifikan.

“Insyaallah kegiatan ini akan selalu berkelanjutan karena sangat mendukung kebutuhan-kebutuhan masyarakat kita secara umum. Subsektor pangan dan hortikultura ini di dalamnya terkait kebutuhan dasar manusia karena sifatnya konsumtif,” pungkas Kabid Holtikultura, Suknip tersebut.

Program ini menjadi salah satu program TPHP Konawe yang sangat-sangat diapresiasi BPK, BPS, dan Pemerintah Daerah.

Redaksi ini menyimpulkan: Hortikultura Konawe membuktikan: intervensi kecil yang tepat sasaran bisa berdampak besar pada inflasi, gizi, dan ekonomi rakyat.

Pemberitaan ini berlandaskan Norma Hukum dan Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah:

1. UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan: Pemerintah wajib menjamin ketersediaan pangan dan stabilitas harga.

2. Program Makan Bergizi Gratis: Kebutuhan bahan pangan lokal harus dipenuhi produksi daerah.

3. Asta Cita Presiden: Swasembada dan ketahanan pangan berbasis produksi lokal.

4. Visi Bupati Konawe: Membangun Desa, Menata Kota, Menuju Konawe Bersahaja melalui sektor pertanian.

Dengan, yang dilakukan Pak Dahlan bersama Pak Suknip dan seluruh jajaran TPHP Konawe bukan sekadar menear benih di tanah, tetapi menebar harapan di hati rakyat.

Untuk Bapak Bupati Konawe Haji Yusran Akbar:

Dengan demikian, bukti nyata Membangun Desa, Menata Kota, Menuju Konawe Bersahaja sudah terlihat di piring makan masyarakat.

Saat 20 kelompok tani panen serentak menjelang Ramadan-Idulfitri, saat SPPG terisi, saat inflasi terkendali hingga Konawe meraih peringkat 3 nasional dan nomor 1 Sultra, itulah wajah “Konawe Bersahaja” yang sesungguhnya. Kami yakin, di bawah kepemimpinan Bapak, pertanian akan terus menjadi pilar kebanggaan daerah.

Dengan demikian, kerja Anda telah melampaui target administrasi. Anda telah membuktikan bahwa birokrasi bisa hadir cepat, tepat, dan dirasakan. Dari gudang benih sampai dapur SPPG, dari data BPS sampai senyum petani, jejak TPHP Konawe hari ini akan dikenang sebagai titik balik: saat hortikultura tidak lagi jadi sektor pinggiran, tapi jadi garda depan ketahanan pangan.

DelikAntara.com berpesan Untuk Rakyat Konawe:

Jaga kebun Anda. Karena di sanalah stabilitas harga, gizi anak, dan masa depan Konawe sedang tumbuh.

 

Laporan: Aby Razak

 

banner 1600x458 banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *