Turun ke Lapangan, Bukan Cuma Terima Data: Kadis TPHP Konawe Dahlan Beberkan Program 100 Hari Kerja!

Ketgam. Kepala Dinas TPHP Dahlan, SP, MM.
banner 120x600

KONAWE, DELIK ANTARA.COM – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memulai 100 hari pertama dengan gebrakan turun langsung ke lapangan.

Komitmen itu disampaikan Kepala Dinas TPHP Dahlan, SP, MM yang akrab disapa Dahlan, dalam wawancara eksklusif bersama DelikAntara.com, didampingi Kepala Bidang Hortikultura Suknip, SP, MP yang akrab disapa Suknip, Kamis (2/7/2026).

“Jadi program yang kita akan laksanakan, kita akan menghubungi kelompok-kelompoknya. Kita ada rencana setiap sebulan sekali, kita akan kunjungi semua UPTD yang ada di lapangan,” ujar Dahlan.

Menurut Pak Dahlan, Dinas tidak boleh hanya menerima data tertulis.

“Jangan sampai kita terlain oleh data, ternyata di lapangan tidak sesuai dengan data yang kami terima. Jadi kita sering melakukan anjang sana untuk melihat kondisi real yang ada di lapangan,” tegasnya.

Kemarin, TPHP telah menggelar rapat bersama seluruh UPTD dan jajaran untuk menyamakan langkah.

Ketgam. Kepala Bidang Hortikultura Suknip, SP, MP.

Selain itu, Dukungan Asta Cita dan Visi Bupati Konawe. Suknip menegaskan program TPHP sejalan dengan Asta Cita Presiden terkait swasembada dan ketahanan pangan, sekaligus mandatori pemerintah daerah.

“Seiring dengan program Pak Bupati dan Wakil Bupati kita, terkait tagline Membangun Desa, Menata Kota, Menuju Konawe Bersahaja. Nah, di dalamnya termasuk pembangunan pertanian kita,” jelasnya.

Pak Suknip menyebut UPTD Kecamatan adalah perpanjangan tangan Dinas, terutama setelah penyuluh pertanian ditarik ke pusat.

“UPTD ini adalah garda terdepan kami di lapangan yang mengawal semua kegiatan pertanian dalam arti luas: hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, dan prasarana sarananya. Tujuannya supaya sinergitas terjaga, dan kita bisa turun langsung menjawab keluhan dan kebutuhan petani,” kata Pak Suknip.

“Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati selalu menitip pesan: pembangunan pertanian kita harus adil dan merata. Bicara adil dan merata itu tidak harus sama, tapi sesuai potensi wilayah masing-masing,” tambah Pak Suknip.

Pak Dahlan memastikan seluruh program yang sudah berjalan, termasuk pencetakan sawah, akan ditinjau ulang kelayakannya.

“kami akan meninjau dan mengepaluasi langsung program pembangunan pertanian di semua sub sektor,” pungkas Pak Dahlan.

Dengan demikian, kepemimpinan Pak Dahlan dan Pak Suknip di TPHP Konawe memilih jalan yang paling jujur: turun, lihat, dengar, baru putuskan.

Untuk Bupati Yusran Akbar: Dengan demikian diharapkan pertanian menjadi tulang punggung nyata “Konawe Bersahaja”.

Untuk Petani Konawe: Siapkan lahan dan data Anda. Karena kali ini, yang datang bukan hanya membawa formulir, tapi membawa Pak Dahlan dan Pak Suknip yang siap mendengar langsung.

Redaksi DelikAntara.com

#Fakta di balik intelektual.

Kami kawal program, kami jaga pangan rakyat.

 

Laporan: Aby Razak

banner 1600x458 banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *