Urat Nadi Konawe-Koltim Lumpuh! Pondasi Jembatan Ambekairi Ambruk, Kapolres Noer Alam Turunkan Personel Bikin Jembatan Kelapa

Curah Hujan Tinggi Kikis Pondasi, R2-R4 Tak Bisa Melintas | Kapolres: 'Langkah Darurat Demi Kemanusiaan, Tunggu Perbaikan Permanen Pemda'

banner 120x600

KONAWE, DELIK ANTARA.COM – Akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur terputus total hari ini (17/6/2026). Jembatan utama di Desa Ambekairi Utama, Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ambruk setelah pondasinya terkikis erosi.

Erosi dipicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Struktur pondasi jembatan tidak kuat menahan gerusan air, hingga akhirnya ambruk. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.

Jalur ini merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas harian warga di kedua kabupaten. Putusnya jembatan mengancam distribusi logistik, hasil pertanian, hingga akses layanan kesehatan dan pendidikan.

Menanggapi situasi darurat, Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, S.I.K. langsung memerintahkan personel turun tangan. Anggota Polsek Abuki bersama Bhabinkamtibmas Latoma dan warga setempat bergerak cepat melaksanakan gotong royong membangun jembatan darurat.

Dengan peralatan seadanya, petugas kepolisian dan warga bahu-membahu menyusun beberapa batang pohon kelapa sebagai gelagar utama jembatan darurat. Tujuannya agar jalur bisa segera terbuka kembali, meski kapasitasnya terbatas.

Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, S.I.K. menyatakan pembuatan jembatan sementara dari batang kelapa ini merupakan langkah tanggap darurat demi kemanusiaan dan pelayanan publik.

“Meskipun kapasitasnya terbatas dan hanya bersifat sementara, jembatan ini diharapkan dapat menyambung kembali interaksi serta jalur logistik darurat antara wilayah Konawe dan Kolaka Timur sambil menunggu perbaikan permanen dari pihak pemerintah daerah terkait baik Pemkab Konawe maupun Pemkab Kolaka Timur,” tegas Noer Alam.

Dengan Gotong royong polisi-warga pakai batang kelapa adalah potret solidaritas saat negara belum hadir penuh. Ini langkah tepat untuk kondisi darurat. Namun tiga catatan kritis harus dikawal:

1. Kapasitas dan Keselamatan: Jembatan batang kelapa hanya mampu menahan beban ringan. Truk logistik, ambulans, dan bus sekolah belum tentu aman melintas. Perlu rambu dan penjagaan 24 jam.

2. Tanggung Jawab Permanen: Jembatan Ambekairi adalah infrastruktur strategis antar-kabupaten. Pemkab Konawe dan Pemkab Koltim harus segera berkoordinasi dengan BPJN Sultra untuk alokasi tanggap darurat. Jangan saling tunggu.

3. Mitigasi Hulu: Erosi pondasi indikasi lemahnya bronjong atau turap di alur sungai. Audit jembatan se-Konawe-Koltim mendesak, apalagi masuk musim hujan.

Jembatan darurat menyambung nyawa hari ini. Tapi jangan sampai jadi alasan menunda jembatan permanen. Rakyat butuh jalan, bukan alasan.

LANDASAN HUKUM dan KEWAJIBAN NEGARA:

1. UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan: Pemerintah wajib menjamin jalan dalam kondisi mantap dan aman.

2. UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana: Status darurat memungkinkan pengerahan sumber daya lintas sektor.

3. UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian: Polri wajib melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, termasuk dalam bencana.

4. UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 6: Pers melakukan kontrol sosial atas pelayanan publik.

DelikAntara.com: Fakta Dibalik Intelektual. Kami apresiasi gerak cepat Polres Konawe dan warga. Jembatan kelapa menyambung harapan hari ini. Tapi harapan besar rakyat Konawe-Koltim adalah jembatan beton yang kokoh dan aman.

DelikAntara.com percaya Pemkab Konawe di bawah kepemimpinan Bupati Yusran Akbar memiliki komitmen “Membangun Desa Menata Kota”. Momentum ini adalah ujian nyata untuk membuktikan komitmen tersebut.

Kami yakin, dengan kepemimpinan Kapolres Konawe yang responsif dan sinergi Pemkab Konawe, perbaikan permanen Jembatan Ambekairi bisa segera terwujud. Rakyat Konawe tidak butuh janji, rakyat butuh jalan.

DelikAntara.com membuka ruang hak jawab 2×24 jam untuk Pemkab Konawe, Pemkab Koltim, BPJN Sultra, dan pihak terkait. Kami akan terus mengawal proses perbaikan hingga jembatan permanen berdiri.

 

Laporan: Aby Razak

banner 1600x458 banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *