Nahkoda Baru Pendidikan Konawe Berpulang: Plt Kadisdikbud Ahmad Djauhari Meninggal di RS Husada Jakarta, Baru Sepekan Terima SK

banner 120x600

KONAWE, DELIK ANTARA.COM – Langit pendidikan Kabupaten Konawe mendadak kelabu. Kabar duka paling dalam menyelimuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Nahkoda baru yang baru saja dipercaya memimpin bahtera pendidikan Konawe, Ahmad Djauhari, S.Pd., M.Pd., telah berpulang ke Rahmatullah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe itu menghembuskan napas terakhirnya di RS Husada Jakarta, pada Selasa, 8 September 2026, pukul 15.55 WIB.

Sebelum berpulang, almarhum sempat menjalani perawatan intensif di RS Husada Jakarta. Sempat melewati masa kritis, namun takdir berkata lain, almarhum menghembuskan napas terakhirnya di Jakarta.

Kabar kepergiannya dikonfirmasi oleh media lokal Muarasultra.com dan dengan cepat menyebar di grup-grup WhatsApp guru, kepala sekolah, hingga jajaran ASN Pemkab Konawe. Isak tangis dan doa Al-Fatihah membanjiri media sosial malam ini.

Kepergian Ahmad Djauhari terasa sangat menyesakkan karena ia baru saja menunjukkan energi baru untuk pendidikan Konawe.

Catatan DelikAntara.com, 21 hari lalu, almarhum masih terlihat bugar dan penuh semangat saat secara resmi membuka Pekan Olahraga antar SD dan SMP se-Kecamatan Abuki dalam rangka HUT ke-81 RI di Lapangan Desa Epeea, Kecamatan Abuki. Kabupaten Konawe.

Saat itu ia berpesan: “Olahraga ini bukan semata-mata mencari siapa yang menang dan kalah. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, menanamkan sportivitas dan semangat persatuan.”

Bahkan 15 hari lalu, ia masih mendorong pembenahan lingkungan kerja Disdikbud Konawe agar menjadi tempat pelayanan yang nyaman bagi guru dan tenaga kependidikan, serta menjadi OPD role model dalam penataan lingkungan.

Ia memiliki 7 Program Prioritas: peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi guru, pemerataan kualitas, literasi-numerasi, pengembangan karakter, peningkatan sarpras, dan penguatan tata kelola sekolah.

Ahmad Djauhari bukan sekadar pejabat yang duduk di balik meja. Ia adalah guru yang naik dari bawah. Gelar S.Pd., M.Pd. di belakang namanya adalah bukti ia adalah pendidik sejati.

Bagi guru-guru honorer di pelosok Latoma dan Pondidaha, ia adalah harapan baru. Mereka baru saja mendengar pidato pertamanya: “Jabatan Bukan Kedudukan, Tapi Amanah Pengabdian.”

Kalimat itu kini menjadi kenyataan. SK Plt yang baru saja ia terima beberapa hari lalu, kini menjadi SK terakhir dalam perjalanan karirnya. Beratnya bukan kertas SK, tapi 68 ribu siswa dan 200 ribu masa depan anak Konawe yang baru saja ia genggam, kini harus ia lepas.

DelikAntara.com mencatat, banyak guru yang malam ini menulis status: “Padahal baru kemarin Bapak bilang mau audit sekolah rusak. Sekarang Bapak sudah tidak ada.”

Ia datang bukan untuk duduk di kursi, tapi untuk mengemudi di tengah ombak besar pendidikan Konawe. Ombak MBG 68 ribu siswa, ombak stunting 2,2 persen, dan ombak literasi yang masih rendah. Ia belum sempat menyelesaikan ombak itu.

Bupati Konawe dan Sekda Konawe hingga berita ini diturunkan dikabarkan akan melayat dan memberikan penghormatan terakhir.

Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, PGRI Konawe, K3S, MKKS, dan seluruh tenaga kependidikan se-Kabupaten Konawe menyampaikan duka cita mendalam.

“Selamat jalan Pak Ahmad Djauhari. Konawe tidak butuh Kadis yang sempurna. Konawe butuh Kadis yang hadir. Dan Bapak telah hadir, meski hanya sekejap, tapi kehadiran Bapak akan kami kenang selamanya.”

RENCANA PEMAKAMAN:

Jenazah almarhum direncanakan akan diterbangkan dari Jakarta ke Kendari dan selanjutnya dibawa ke rumah duka di Unaaha, Konawe untuk disemayamkan dan dimakamkan. Pihak keluarga memohon dibukakan pintu maaf dan doa Al-Fatihah.

“Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun. Dari Kelas Kita Belajar, Untuk Pendidikan Kita Mengabdi, dan Kepada Sang Pencipta Kita Kembali.”

“SK Plt Itu Baru Sepekan di Tangan, Tapi Pengabdianmu Puluhan Tahun di Hati Guru Konawe.”

“Selamat Berlayar Menuju Keabadian, Nahkoda. Bahtera Pendidikan Konawe Akan Selalu Mengenangmu.”

 

Laporan: Aby Razak – Pimpinan Redaksi DelikAntara.com

banner 325x300 banner 1600x450

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *